oleh

5.000 Guru Jalani Rapid Test

-Berita-24 views

CIPUTAT, MAMAKOTA– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan rapid test terhadap 5.000 guru yang bertugas di wilayah Tangsel.

Kepala Dindikbud Tangsel Taryono mengatakan rapid test terhadap 5.000 guru ini sudah dilakukan sejak Agustus lalu, baik untuk guru tingkat SD maupun SMP.

“Pada tahap pertama yakni 27 Agustus lalu sebanyak 1.300 guru di jenjang SMP telah di rapid test. Kemudian tahap kedua pada 12 Oktober lalu, melakukan rapid test terhadap 3.700 guru SD. Totalnya, Dindikbud melakukan rapid terhadap 5 ribu guru SD dan SMP,” jelas Taryono saat dikonfirmasi, Minggu (18/10/2020).

Dari ribuan guru yang sudah melakukan rapid test, ada sekitar 25 guru yang dinyatakan reaktif. Kemudian yang reaktif tersebut melakukan swab test. “Untuk yang reaktif kan langsung di swab. Alhamdulilah hasilnya negatif,” tuturnya.

Menurutnya, masih ada beberapa guru yang belum mengikuti rapid tes dikarenakan sedang sakit. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar guru yang belum mengikuti rapid test bisa melakukan secara mandiri di puskesmas atau Labkesda.

“Diantaranya ada yang sedang sakit. Jadi mereka wajib rapid test mandiri atau di puskesmas atau labkesda. Pokoknya harus, yang tidak hadir pada saat rapid test bersama itu maka harus menunjukan hasil rapid test ke kepala sekolah atau di laporkan ke dinas,” imbuhnya.

Sementara Rapid test yang dilakukan Dindikbud Tangsel, bertujuan untuk mencegah adanya klaster di lingkup pendidikan.

“Karena itu berbahaya. Kalau yang tidak rapid test itu tanpa gejala kan bahaya. Makanya sekarang yang tidak hadir pada saat rapid test bersama itu maka harus bisa menunjukan hasil rapid testnya,” tegasnya.

Sementara, berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tangsel, terjadi penambahan 21 kasus positif Covid-19 pada Sabtu (17/10/2020). Dengan adanya lonjakan penambahan kasus tersebut, total kasus positif Covid-19 di Tangsel hingga Sabtu kemarin sudah mencapai 1.427 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.270 pasien dinyatakan sembuh. Angka kesembuhan bertambah sembilan orang dari data terakhir pada Jumat (16/10/2020).

Sementara angka kematian akibat positif Covid-19 di wilayah Tangsel tidak dua bertambah, tetap 72 kasus. Saat ini, terdapat 85 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat atau isolasi mandiri.

Jumlah kasus suspect yang masih dirawat sebanyak 45 orang dan probable aktif tercatat 10 orang. Dua kelurahan di Kecamatan Pamulang masih menjadi wilayah dengan angka kasus Covid-19 tertinggi di Tangsel.

Pertama adalah wilayah Kelurahan Pamulang Barat dengan total 138 kasus. Disusul Kelurahan Pondok Benda sebanyak 72 kasus positif Covid-19. Data terkini kasus Covid-19 di Kota Tangerang Selatan dapat diakses melalui laman https://lawancovid19.tangerangselatankota.go.id. (ahmad)

News Feed