oleh

80 Kabupaten dan Kota Cairkan BLT

-Berita-266 views

MAMAKOTA,-  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengungkapkan, pencairan bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Desa masih terus berlangsung. Menurutnya, hingga kini setidaknya 10 ribu desa dari 80 kabupaten dan kota yang tersebar di seluruh Indonesia sudah mencairkan BLT.

“Sekitar 10 ribu desa telah mencairkan Dana Desa untuk BLT. Lalu sekitar 27 ribu lebih desa sudah melakukan pendataan untuk penerima BLT. Dan 24 ribu lebih desa sudah mengalokasikan dananya untuk BLT,” ungkap Halim saat video conference, di Jakarta, kemarin.

Halim menjelaskan, penggunaan Dana Desa untuk BLT merupakan arahan dari Presiden. Sebelumnya, penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) bidang kesehatan. Di dalamnya mengatur pembentukan Relawan Desa Lawan Covid-19. **Baca juga: Presiden: Kades Tak Usah Ragu Beri Dana Desa

Selain itu, untuk ketahanan ekonomi dalam bentuk padat karya tunai desa. Tapi atas perintah Presiden, akhirnya Dana Desa digunakan untuk BLT. Perubahan itu sudah dituangkan dalam revisi Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 11 menjadi Permendes nomor 6 tahun 2020.

Halim menjelaskan sasaran penerima BLT dari Dana Desa adalah warga miskin yang kehilangan mata pencaharian akibat Covid-19 dan belum mendapat bantuan apapun dari JPS pemerintah yang ada.

Selain itu, keluarga yang memiliki rentan penyakit menahun atau sakit kronis. Soal data penerima, Halim menjabarkan, pendataan dilakukan langsung oleh Relawan Desa Lawan Covid 19 yang dibentuk dan diketuai kepala desa dengan basis pendataannya dimulai dari tingkat RT. Setelah pendataan ditingkat RT, hasilnya dibawa ke musyawarah desa khusus (Musdesus) untuk untuk diverifikasi atau validasi agar tidak terjadi polemik.

“Ini penting agar tidak ada pihak-pihak yang merasa tidak diajak di dalam membahas dan memutuskan siàpa yang menerima BLT. Setelah disepakati di musdesus barulah di tetapkan oleh kepala desa,” jelasnya.

Agar tidak terjadi tumpang tindih dengan penerima bantuan-bantuan yang lainnya, lanjut Halim, data dari tingkat desa dilakukan sinkronisasi di kabupaten. (*/RM)

Komentar

News Feed