oleh

80 Ribu Orang Masuk Jateng, Larangan Mudik Seolah Tak Ada

-Berita-154 views

MAMAKOTA,- Larangan mudik untuk mencegah penyebaran virus korona ke daerah yang disuarakan para pejabat negeri ini nyaris tiada guna. Buktinya, sudah ada 80 ribu orang mudik ke  wilayah Jawa Tengah. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ketar-ketir.

Ganjar mengatakan, 80 ribu orang itu terlanjur mudik. Tapi politisi PDIP itu tak menyebut, sejak kapan puluhan ribu pemudik dini itu masuk ke wilayahnya.

“Kami jemput dari setiap terminal, sudah 80 ribu lebih,” ungkap Ganjar dalam diskusi streaming bertajuk ‘Kerja Efektif Menghadapi Corona’, kemarin.

Menurut Ganjar, tahun lalu ada 5,9 juta warga yang mudik ke Jateng. Kalau tahun ini semuanya mudik, maka penyebaran virus korona akan semakin masif. “Ini masalah serius.” **Baca juga: Ganjar Imbau Warganya Agar Tak Mudik

Dia pun menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota di wilayah Jateng untuk menyiagakan pasukan di sejumlah terminal. Pasukan ini akan mengecek kondisi kesehatan setiap pemudik yang tiba. Namun, pengecekan hanya dengan thermal gun. “Kalau rapid tes screening juga belum sampai kita pada, belum ada peralatannya.” 

Puluhan ribu orang itu langsung dimasukkan kategori orang dalam pemantauan (ODP). Mereka diminta mengisolasi diri di rumah masing-masing. “Cek diri Anda. Apakah ada gejolak seperti panas, batuk, pilek, sesak napas. Nah, itu sudah ciri-ciri, gunakan masker.” 

Ganjar sendiri terus mengimbau warganya agar tidak mudik. Hal ini demi memutus rantai penyebaran virus korona yang kasusnya kian hari kian meningkat. “Kondisinya lagi sulit, bukan tidak boleh.” 

Menurut dia, situasi negara dalam pandemi korona saat ini  ibarat orang yang terkena kanker. Agar tidak menjalar ke mana-mana dan menyebabkan kematian, bagian tubuh yang terpapar kanker harus diamputasi. “Jadi memendam rasa rindu, menahan sebentar rasa lapar, tapi kita bisa tetap hidup.” 

Sehari sebelumnya, dalam video yang diunggah di akun Instagramnya, ganjar_pranowo, dia menyebut, jumlah pemudik yang datang ke Jateng hingga 26 Maret ada 46.018 orang. Tapi, saat dirinci, jumlahnya tak sinkron alias tak sesuai.

Pemudik terbanyak, kata Ganjar, ada di Wonogiri dengan 42.838 pemudik. Kemudian disusul Semarang dan sekitarnya sebanyak 10.979 orang. Di Cilacap, ada 4527 orang. Jepara, ada 2164 orang. Lainnya ada di Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kudus, Pati, Grobogan, Magelang, Purbalingga, Boyolali, Sragen, dan Karanganyar. (*/UG)

Komentar

News Feed