oleh

Aksi Anarko Berulah, Lima Pemuda Ditangkap

-Hukum-114 views

MAMAKOTA,- Di tengah pandemi corona, ada kelompok tertentu yang berusaha mengail di air keruh artinya mengambil keuntungan disaat orang lain menderìta. Kata Polisi, kelompok itu bernama “Anarko”.

Coretan di dinding bernada provokatif menghebohkan warga Pasar Anyar Kota Tangerang. Kalimat “sudah krisis saatnya membakar dan mau mati konyol atau mela­wan” dituliskan di tembok toko pasar terbesar di Kota Tangerang tersebut.

Aparat Polda Metro Jaya telah berhasil meringkus para pelaku kasus vandalisme tersebut, Sab­tu (11/4) lalu. Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka yakni MRR (21), AAM (18), RIAP (18), RJ (19), dan MRH.

Dari hasil pemeriksaan, lima orang itu tergabung di dalam kelompok bernama Anarko Sindikalis. Mereka berencana melakukan aksi vandalisme di kota-kota besar pada 18 April 2020 mendatang. Sindikat itu juga merencanakan untuk membuat keonaran. Selain dua kalimat di atas, para pelaku juga menuliskan kata-kata lain yakni kill the rich atau bunuh orang kaya.

Kelompok yang menganut paham anarkisme ini sempat disebut polisi terkait kerusuhan Mei lalu. Polisi menyebut Anarko sedang menyiapkan rencana busuk di saat corona, salah satunya mereka akan melakukan penjarahan 18 April nanti.

Setelah dinterogasi, mereka mengakui membuat vandalisme tersebut. Aksi coret-coret kelompok Anarko ini berada di banyak tempat. Mulai dari tralis bangunan toko, tiang listrik, hingga di tembok. Menggunakan cat semprot berwarna hitam, mereka menulis kalimat provokatif, seperti Kill The Rich yang berarti Bunuh Yang Kaya, Sudah Krisis Saatnya Membakar, dan Mau Mati Konyol Atau Melawan.

Lebih rinci, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menerangkan, aksi ini ditengarai sebagai ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan yang diterbitkan pemerintah. Mereka memanfaatkan situasi masyarakat yang sedang resah, agar lebih resah lagi.

Sehingga mudah terpancing melakukan keonaran. Nana melanjutkan, aksi kelompok Anarko akan melakukan vandalisme besar-besaran bulan ini. Bukan hanya di wilayah Tangerang Kota, melainkan serempak di kota lain, sehingga timbul opini masyarakat resah dengan kebijakan pemerintah. (*/RM)

Komentar

News Feed