oleh

Anton: Fatwa MUI Cukup Jelas, Aparat Penegak Hukum Jangan Salah

-Berita-209 views

MAMAKOTA,- Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memperbolehkan salat Idul fitri di masjid atau lapangan di wilayah yang tak menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau di wilayah yang belum ditemukan kasus positif Covid-19, dapat dianggap sebagai penerang kesimpangsiuran informasi di masyarakat.

“Fatwa MUI tersebut cukup jelas, jika suatu wilayah atau kampung atau desa tak ada yang positif kena virus korona, itu berarti termasuk wilayah aman. Dipersilakan salat berjemaah, juga salat Id di masjid atau di tanah lapang, tetapi tetap taati protokol era wabah,” kata Anton Tabah Digdoyo, pengurus MUI Pusat, saat dihubungi redaksi, Minggu (17/5).

Dia menegaskan, Fatwa MUI 28/2020 tertanggal 20 Ramadan 1441 Hijriah atau 13 Mei 2020 tersebut penting lantaran hingga kini masih banyak masyarakat yang salah persepsi soal imbauan ibadah di masjid.

Menurut Anton, fatwa itu juga bisa menjadi rujukan bagi aparat penegak hukum sebelum menindak umat Islam yang tetap berkeinginan menggelar salat berjemaah di masjid.

“Bagaimana kalau aparat menutup atau melarang salat berjemaah di masjid atau salat Id di lapangan? Inilah problem karena keliru memahami apa itu daerah PSBB dan yang bukan. Jika hal itu terjadi, maka diimbau RT/RW atau lurah setempat menjelaskannya dan pastikan bahwa kampungnya aman dari virus korona,” ujarnya.

Menurut dia, upaya tersebut bisa dengan menunjukkan surat sehat dari dinas kesehatan yang diketahui aparat penegak hukum setempat. Dengan surat tersebut, aparat keamanan tidak boleh melarang umat beribadah dengan alasan apa pun.

“Apalagi menutup masjid atau lapangan untuk salat berjemaah. Jemaah juga harus sadar walau daerahnya aman, tidak ada yang kena virus korona harap tetap taati protokol wabah, misalnya saf antarjemaah minimal satu meter, masing-masing memakai masker, tidak jabat tangan, dan lain-lain,” papar anggota Dewan Pakar ICMI Pusat ini.

Sebaliknya, di daerah yang terdapat pasien positif Covid-19 hendaknya tidak menggelar salat berjemaah di masjid atau lapangan tapi beribadah di rumah masing-masing.

“Ini juga perintah agama karena Rasulullah SAW memberi contoh seperti itu jika terkena sakit menular, apalagi era wabah untuk sementara masjid di lingkungan tersebut tiak difungsikan.” (*/UG)

News Feed