oleh

Atasi Corona, Para Pemimpin Malaysia Lepas Dua Bulan Gaji

-Politik-80 views

MAMAKOTA, — Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin beserta seluruh menterinya bersedia tidak menerima gaji dua bulan dan mengikhlaskannya untuk penanganan wabah korona. Sebelumnya, Presiden Singapura Halimah Yacob dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in juga rela gaji mereka dipotong untuk mengatasi masalah korona.

Sumbangan dua bulan gaji itu diumumkan Kantor PM Malaysia, kemarin. Ada 32 menteri dan 38 wakil menteri yang mengalokasikan dua bulan gaji ke dana penanggulangan wabah Covid-19. Pemotongan gaji di kalangan pejabat tertinggi pemerintah itu diputuskan dalam sidang Kabinet Perikatan Nasional Malaysia, Rabu (25/3).

“Rapat kabinet pada 25 Maret setuju dua bulan gaji PM, menteri, dan wakil menteri akan dialihkan ke dana Covid-19. Langkah ini menunjukkan keinginan pemerintah membantu siapa saja yang terkena pandemi Covid-19,” begitu bunyi pengumuman Kantor PM Malaysia seperti dilansir The Star, kemarin.

Dana Covid-19 diluncurkan 11 Maret sebagai upaya pemerintah membantu masyarakat yang terdampak pandemi ini. Donasi tersebut difasilitasi Lembaga Pengurusan Bencana Negara (NADMA) menggunakan akun Bank Muamalat. Hingga Rabu malam (25/3), dana yang terkumpul mencapai 8,5 juta ringgit atau setara Rp 31,9 miliar.
Kantor PM Malaysia tak menyebut berapa besaran gaji PM, menteri, dan para wakil menteri. Namun, dikutip dari berbagai sumber, gaji PM Malaysia adalah 22.826 ringgit atau sekitar Rp 85,5 juta. Jika dikali dua bulan, menjadi 45.663 ringgit atau Rp 171 juta. Sementara, gaji menteri adalah 14.907 ringgit atau setara Rp 55 juta. Jika dikali dua, menjadi 29.814 ringgit atau Rp 110 juta. Jika dikali 32 menteri, akan terkumpul 1.013.676 ringgit atau hampir mencapai Rp 3,8 miliar.

Sedangkan gaji wakil menteri adalah 10.847 ringgit atau setara Rp 40 juta. Jika dikali dua, menjadi 21.695 ringgit atau Rp 80 juta. Jika dikalikan 38, jumlah yang didonasikan 824.410 ringgit atau setara hampir Rp 3,1 miliar. Dengan gaji PM, menteri, dan wakil menteri itu, total akan terkumpul 1.883.751 ringgit atau sekitar Rp 7 miliar.

Sebelumnya, pemotongan gaji dilakukan Presiden Korsel Moon Jae-in. Dia memberikan 30 persen gajinya selama empat bulan untuk masyarakat yang terdampak pandemi corona. Rencana ini disampaikan Sekretariat Perdana Menteri, Sabtu lalu.

Dilansir Korea Times, Minggu (22/3), dalam rapat Sabtu itu, anggota kabinet dan kepala lembaga pemerintah sepakat menyumbangkan gajinya selama masa darurat. Rapat tersebut dipimpin Perdana Menteri Chung Sye-kyun di kompleks pemerintah di Seoul. Gaji mereka akan dikembalikan ke kas negara. Kementerian Keuangan akan menggunakan uang itu untuk upaya karantina dan dukungan bagi orang-orang yang secara finansial terkena pandemi. Rencana tersebut mulai diterapkan pada gaji bulan ini hingga Juni.

Pada awal Maret, Presiden Singapura Halimah Yacob memotong satu bulan gajinya secara sukarela demi memberi bonus kepada para petugas medis serta pejabat publik yang selama ini berada di garda terdepan dalam menangani penyebaran Covid-19.

Selain Halimah, pemerintah Singapura juga menginstruksikan seluruh menteri dan anggota parlemen melakukan hal serupa.
Bagaimana dengan Indonesia? Sudah ada usulan dari beberapa pihak agar gaji para pejabat negara juga disumbangkan atau setidaknya dipangkas untuk dialokasikan ke anggaran penanganan Covid-19. Namun, realisasinya belum ada. Kita tunggu saja, semoga dalam waktu dekat, para pemimpin kita juga mengumumkan pemotongan gaji dalam melawan wabah Covid-19. (net)

News Feed