oleh

Awas, Sebar Hoaks Corona Didenda 1 Miliar

-Hukum-198 views

MAMAKOTA,- Sejumlah pelaku penyebar hoaks virus corona sudah dibui. Tapi hal ini tidak membuat yang lain jera. Untuk meredamnya, pemerintah mengancam akan menuntut denda Rp 1 miliar.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate memastikan tidak akan diam melihat maraknya hoaks tentang Covid-19. Sebab kabar bohong itu membuat panik masyarakat. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan menggunakan segala ke­wenangannya untuk menghen­tikan penyebaran hoaks.

Dia mengaku, sudah meminta berbagai platform media sosial, khususnya Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube untuk memblokir akun pembuat pe­nyebar hoaks Covid-19. **Baca juga: Penggunaan Dana Rp 5,6 T Kartu Prakerja Jadi Kontroversi

“Mengacu kepada Undang-Undang ITEdan undang-undang terkait lainnya, kami sudah mengingatkan, khususnya plat­form digital. Kami akan meng­gunakan seluruh kewenangan yang kami miliki menghentikan penyebaran hoaks,” ungkap Johnny dalam konferensi pers virtual, Sabtu (18/4).

Politisi asal NasDem itu mengancam akan menuntut pembuat dan pelaku penyebaran hoaks corona dengan denda hingga Rp 1 miliar. Ditegaskannya, tindakan memproduksi maupun meneruskan hoaks adalah tinda­kan melanggar hukum.

“Pelaku berpotensi dikenakan pasal pidana yang bisa ditahan lima hingga enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Ketentuan itu diatur dalam pasal 45A ayat (1) Undang-Undang ITE,” imbuhnya.

Dia berharap, masyarakat menyadari resiko hukum itu. Membatasi diri dalam meman­faatkan ruang digital, ponsel pintar, dengan baik. **Baca juga: Anggota Dewan Akui Terima Uang Panas untuk Liburan

Johnny menyebutkan pihaknya mencatat setidaknya ada 554 jenis hoaks berseliweran di plat­form media sosial. Hoaksitu su­dah disebarkan hingga 1.209 kali di platform Facebook, Instagram, Twitter, serta Youtube.

Menurut Johnny, Bareskrim Polri telah mengungkap 89 kasus dalam periode 30 Januari hingga 15 April 2020. Kasus itu terjadi di 26 wilayah Polda di seluruh Indonesia.Dari kasus itu, polisi sudah menetapkan 89 orang sebagai tersangka. Dari jumlah itu, 14 tersangka telah ditahan. Polda Metro Jaya dan Polda Jatim tercatat menjadi wilayah terbanyak yang menangani kasus hoaks. Masing-masing dengan angka 11 kasus dan 12 kasus.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah mengambil langkah tegas, memproses pelaku pem­buat dan penyebaran hoaks,” imbuhnya. (*/RM)

Komentar

News Feed