oleh

Bamsoet Dukung Pelibatan TNI-Polri

-Berita-18 views

Soal Vaksinasi Massal Covid-19

MAMAKOTA,- Ketua MPR Bambang Soesatyo mendukung pelibatan aktif TNI-Polri dalam pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19. Hal itu juga terjadi di Amerika Serikat serta berbagai negara lainnya mengingat pelaksanaannya melibatkan orang banyak, serentak, dan berkelanjutan.

Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini menerangkan, Kementerian Kesehatan menargetkan gelombang pertama vaksinasi pada November-Desember 2020 ini akan diberikan kepada sekitar 9,1 juta warga. Antara lain, untuk 3,5 juta jiwa garda terdepan (petugas medis, paramedis contact tracing, TNI/Polri, dan aparat hukum) dan 5,6 juta jiwa tokoh agama/masyarakat, perangkat daerah (kecamatan, desa, RT/RW).

“Besarnya jumlah warga yang harus mendapatkan vaksin, tak mungkin bisa dikerjakan hanya tenaga medis, melainkan butuh dukungan TNI-Polri,” ujar Bamsoet seusai bertemu Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa di Ruang Kerja KSAD, Jakarta, Kamis (19/11).

Bamsoet didampingi Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni dan Ketua Umum Gerak BS Aroem Alzier.

Ia menjelaskan, pelibatan TNI-Polri juga diperlukan untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama vaksinasi. Karena jumlah vaksin terbatas, sedangkan keinginan masyarakat mendapatkan vaksin sangat besar sehingga tak menutup kemungkinan ada provokator yang menyulut kerusuhan agar vaksinasi tidak berjalan lancar. “Kita percaya rakyat Indonesia bisa tertib. Namun tak ada salahnya kita juga mempersiapkan hal terburuk, sebagai bentuk antisipasi. Jika ada pihak-pihak yang mengganggu jalannya proses vaksinasi, bisa langsung berhadapan dengan TNI-Polri.”

Calon Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) 2020-2024 dan Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas vaksin Covid-19. BPOM sudah dilibatkan untuk mengecek berbagai vaksin Covid-19 yang didatangkan dari Cina (Sinovac), Uni Emirat Arab (Sinopharm) maupun Korea Selatan (GX19). Begitupun dengan MUI yang dilibatkan untuk memastikan kehalalan vaksin tersebut.

“Bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 pada gelombang pertama, tidak perlu khawatir. Karena proses vaksinasi akan terus berlanjut pada tahun 2021. Dari sekitar 260 juta penduduk Indonesia, ditargetkan vaksinasi bisa menyasar 160 juta penduduk. Sambil menunggu mendapatkan vaksin, tetap tak boleh gegabah. Harus mengedepankan protokol kesehatan demi memutus mata rantai penularan virus Covid-19,” ujar Bamsoet. (red/usman)

Komentar

News Feed