oleh

Bantuan Jaring Pengaman Sosial Ada 10 Jenis

-Berita-245 views

Mensos Diminta Gerak Cepat Cairkan Semua Bantuan Sosial

MAMAKOTA,- Pemerintah mengalokasikan dana Rp 110 triliun sebagai jaring pengaman sosial dari total Rp 405,1 triliun untuk penanganan wabah Covid19. Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara, diharapkan gerak cepat menyalurkan dana jaring pengaman sosial itu.

Dalam Rapat Terbatas soal Jaring Pengaman Sosial melalui video conference dari Istana Bogor, kemarin, Jokowi meminta program bantuan pemerintah segera dieksekusi. Agar beban masyarakat bisa diperingan di tengah pandemi ini.

“Yang berkaitan dengan paket perlindungan sosial dan jaminan sosial bagi masyarakat kita yang berada di lapisan bawah, tadi saya perintahkan agar segera dieksekusi dan langsung dibagikan ke lapangan,” perintah Jokowi.

Pemerintah telah menyiapkan 3,7 juta bantuan sosial berbasis keluarga. Bantuan ini akan diberikan selama dua bulan atau masa tanggap darurat Covid-19 di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Rinciannya, 1,1 juta disiapkan Pemprov DKI Jakarta dan 2,6 juta disiapkan Pemerintah Pusat.

“Saya juga telah memerintahkan Menteri Sosial untuk segera mendistribusikan 200 ribu paket sembako untuk wilayah Jabodetabek,” ucap Jokowi. Secara keseluruhan, bantuan jaring sosial tadi ada 10 jenis.

Pertama, melalui Program Kartu Sembako. Bantuan ini agar masyarakat mengkonsumsi makanan bergizi. Semula, bantuannya hanya Rp 1,32 juta per tahun, atau Rp 110 ribu per bulan, untuk 15,6 juta keluarga. Sekarang, bantuan dinaikkan menjadi Rp 2,4 juta per tahun, atau Rp 200 ribu per bulan, untuk 20 juta keluarga.

Kedua, antisipasi kebutuhan pokok. Pemerintah menganggarkan Rp 25 triliun untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan operasi pasar logistik.

Ketiga, Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan ini ditingkatkan kuantitasnya. Semula jumlah penerima sebanyak 9,2 juta, sekarang ditambah menjadi 10 juta. Manfaatnya pun naik 25 persen.

Keempat, komponen kesehatan. Bantuan ini diberikan kepada balita 0-6 tahun dan ibu hamil. Nilai bantuannya senilai Rp 3 juta per tahun.

Kelima, komponen pendidikan. Bantuan ini diberikan kepada siswa SD, SMP, dan SMA. Hal ini juga berlaku bagi anak usia 6-21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.

Keenam, komponen kesejahteraan sosial. Bantuan ini diberikan kepada para lanjut usia mulai 60 tahun ke atas dan penyandang disabilitas.

Ketujuh, Kartu Pra Kerja. Awalnya pemerintah mengalokasikan Rp 10 triliun. Karena Covid-19, anggarannya naik dua kali lipat jadi Rp 20 triliun. Program ini berlangsung selama empat bulan.

Kedelapan, diskon tarif listrik. Kesembilan, keringanan pembayaran kredit. Bantuan ini diperuntukkan bagi pekerja informal: ojek online, sopir taksi, dan pelaku UMKM, nelayan, dengan penghasilan harian dengan kredit di bawah Rp 10 miliar.

Kesepuluh, Bantuan Langsung Tunai alias BLT. Bantuan ini senilai Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan bagi keluarga miskin. Warga yang mendapatkan BLT adalah yang berdomisili di luar Jabodetabek. Sementara di Jabodetabek, saat pandemi Covid-19, warga miskin akan mendapatkan sembako dengan nilai sama, yakni Rp 600 ribu per bulan. (*/RM)

News Feed