oleh

Banyak Kepala Daerah Asbun Soal Korona

-Hukum-201 views

MAMAKOTA,- Korban virus korona kian hari kian bertambah, tetapi banyak pula kepala daerah yang bicara asal bunyi alias asbun.

Pertama, Ridho Yahya. Wali Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, ini terekam asbun dalam video yang viral di media sosial. Dalam video berdurasi 2.33 menit itu, Ridho menyebut tak akan meliburkan sekolah dan aparatur sipil negara di masa wabah korona.

Alasannya, kalaupun sekolah dan ANS diliburkan, korona tetap ada. Kepada wartawan yang mewawancarainya di berucap, “Aku tanya sekarang, dengan libur, apakah libur sekolah penyakit tidak ada? Penyakit corona tak ada? Coba apa ada penelitian, libur anak sekolah penyakit ini berkurang, korona berkurang?”

Seperti menyepelekan, Ridho mengatakan, manusia tidak perlu takut terhadap penyakit. Penyakit harus dihadapi. Penyakit, kata dia, walaupun dihindari, akan tetap terjadi. “Kenapa kita takut menghadapinya?” 

Ridho sebelumnya juga mengkritik langkah pemerintah pusat yang meliburkan pegawai dan menutup fasilitas umum di Jakarta. Langkah itu disebutnya membuat masyarakat takut dan panik. Tugas pemimpin, katanya, membuat masyarakat tenang. “Kita ada demam berdarah, flu burung, biasa bahkan tenang saja, semestinya kita buat tenang saja masyarakat, jangan malah bikin bergejolak.” 

Dengan congkak Ridho menyebut, kalau takut dengan korona, sama saja takut terhadap Tuhan. “Masa gara-gara korona salaman saja tidak boleh, kenapa harus takut.” 

Ternyata, akhirnya dia meliburkan juga sekolah dan aktivitas perkantoran. Kota Prabumulih masuk zona merah setelah empat warganya positif terpapar korona.

Kedua, Roni Ahmad, Bupati Pidie, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Roni lebih aneh lagi. Dia tampaknya penganut teori konspirasi. Dalam video yang viral beredar di media sosial, Roni menyebut korona sebagai senjata biologis negara tertentu.

Ini dipaparkan Roni saat berbincang dengan sejumlah pejabat wilayah itu. Salah satunya, Kepala Dinas Kesehatan Pidie Efendi.

“Kalau menurut saya, Pak Kadis Kesehatan, ya ini virus korona ini berasal dia dari senjata biologis,” ujar Roni dalam video berdurasi sekitar empat menit itu.

Dengan pede, dia menyebut, virus itu aktif melalui listrik.

“Jadi senjata biologis sudah masuk ke dalam ranah teknologi elektronik, jadi jarak kerjaannya dia yang pertama kali yang mendukung faktor dia bisa bekerja adalah salah satunya adalah listriknya, pembangkitnya, listrik, dia sama,” paparnya.

Menurut Roni, virus itu memang dirancang untuk memusnahkan sebagian rakyat yang sudah memenuhi negara itu. “Rakyatnya sudah membludak, dan tidak ada tempat lagi untuk berteduh di negaranya. Kebiasaan mereka akan melakukan hal-hal seperti ini.” 

Dia juga menuding virus itu akan digunakan sebagai senjata dalam perang dunia ketiga. Di akhir video, Roni menyatakan kondisi Pidie saat ini masih normal dan stabil. Masyarakat diminta tak panik. Tapi dia mengancam bakal me-lockdown wilayahnya jika virus corona sudah merebak di wilayahnya. “Saya tidak peduli siapa dia, kalau tiba waktunya, apa pun saya lockdown.” 

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemerintah Kabupaten Pidie Muhammad Fadhil mengatakan, video itu belum lama diambil. Tepatnya ketika Roni meninjau posko penanganan korona pada Kamis malam (2/4). (*/UG)

News Feed