oleh

Banyak Orang Tak Sabar Ingin Tahu Nasibnya


Padati Wisma Atlet Kemayoran

MAMAKOTA,- Baru beberapa jam dibuka, Wisma Atlet Kemayoran yang dijadikan rumah sakit darurat untuk wabah virus korona (Covid-19) sudah dipadati manusia. Antrean panjang mengular sampai ke jalan. Mereka maksa-maksa minta dites korona.

Wisma Atlet Kemayoran.

Banyak yang menyesalkan kejadian tersebut, tapi ada juga yang menganggap wajar, karena saat ini rakyat pengen kepastian soal kesehatannya. Apakah sudah terpapar korona atau negatif korona.

Senin sore (23/3), rumah sakit darurat ini mulai beroperasi. Satu jam setelah resmi dibuka, atau bakda magrib, masyarakat berdatangan di depan gerbang. Namun sayangnya merekat ak bisa masuk sehingga menyebabkan antrean yang agak panjang.

Sampai pukul 10 malam, antrean panjang masih terlihat. Mereka yang mengantre ini datang dari berbagai macam status. Ada yang sudah positif virus korona dan akan menjalani perawatan. Ada juga yang masih pasien dalam pengawasan (PDP) dan akan menjalani tes swab.

Kemarin, antrean di depan gerbang sudah tidak terlihat. Tak jauh dari sana, berdiri tenda untuk pos keamanan yang dijaga oleh petugas berseragam tentara. Setiap mobil yang akan masuk dicek lebih dulu.

Panglima Komando gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan, pengamanan di Wisma Atlet diperketat menyusul banyaknya pasien korona yang dirawat. “Khusus untuk Kemayoran, Senin kemarin, sudah saya infokan kepada Kapolda Metro dan Pangdam untuk tingkatkan pengamanan dan imbauan untuk tidak mendekat di Ring I,” kata Yudo, kemarin.

Terkait dengan percepatan penanganan korona, Yudo mengimbau masyarakat tetap berada di rumah. Aparat TNI/Polri sudah menyebarluaskan imbauan tersebut. “Saya lihat sudah diterapkan di seluruh wilayah oleh aparat TNI/Polri. Ini di komplek TNI AL Kelapa Gading setiap pagi dan malam ada patroli imbauan itu.”

Yudo menambahkan, peralatan medis dan alat pelindung diri (APD) yang diperlukan untuk perawatan pasien korona di RS Darurat Wisma Atlet sudah mencukupi. Hanya perlu penyempurnaan saja karena memang sebelumnya bukan merupakan rumah sakit.

“Belum sempurna sesuai dengan standar karena butuh waktu untuk mengubah wisma menjadi RSD infeksi Covid-19,” kata Yudo.

Jubir Pemerintah untuk korona, Achmad Yurianto mengakui, banyak pasien yang berdatangan ke Wisma Atlet. Sampai Selasa sore ada 102 orang. Sebanyak 71 orang di antaranya dirawat dan 31 orang tidak perlu dirawat. “Secara umum kondisi mereka sakit ringan dan sedang,” ujar Yuri, Selasa (24/3).

Menurut Yuri, dari awal, RS darurat ini diperuntukkan untuk karantina. Pasien yang berada di RS darurat tersebut adalah pasien yang dipastikan tidak mungkin dilakukan isolasi diri di rumah atau pasien yang membutuhkan layanan monitoring secara intensif dari tim kesehatan.

Ia juga menambahkan, yang paling utama dalam pengelolaan pencegahan dan pengendalian corona adalah dengan menjaga jarak fisik satu sama lain. Dengan melakukan ini, diharapkan dapat mempercepat pemutusan rantai penularan yang ada di masyarakat. (*/UG)

Komentar

News Feed