oleh

Beban Bagi Parpol Papan Bawah, Bukan Kabar Baik Buat Parpol Baru

Gagasan Memperberat Syarat Masuk Parlemen

MAMAKOTA,- Para politikus partai politik papan bawah di parlemen beberapa hari belakangan ini rasa-rasanya sedang merasa kurang nyaman. Sebab, sudah muncul gagasan tentang perlunya menaikkan parliamentary threshold (ambang batas parlemen) dari empat persen menjadi tujuh persen. Pencetus gagasan adalah seorang pemimpin partai besar.

Para politikus parpol papan tengah dan (terutama) papan atas yang hakulyakin tetap bertahan di Senayan sekalipun ambang batas parlemen naik menjadi tujuh persen mungkin tenang-tenang saja. Akan tetapi, politikus parpol papan tengah juga dapat dilanda kecemasan jika tak yakin parpolnya sanggup menembus ambang batas parlemen tujuh persen pada Pemilu Legislatif 2024.

Kita berandai-andai. Jika pada akhirnya nanti syarat itu (jumlah minimal perolehan suara parpol dalam pemilu legislatif agar dapat masuk parlemen) semakin berat, maka peristiwa parpol terpental ke luar ring akan kembali terjadi. Tentu mungkin saja ada parpol baru yang masuk, tetapi kemungkinannya sangat kecil.

Pada 2019, misalnya, dengan ambang batas parlemen empat persen saja ada parpol yang terlempar dari ring. Ada parpol yang kembali gagal masuk ring, juga ada parpol-parpol baru yang terpaksa mengubur mimpi karena hanya meraih suara dua koma sekian persen atau malah tidak sampai satu persen. Hal serupa terjadi bahkan ketika ambang batas parlemen belum sebesar empat persen.

Seandainya gagasan tersebut diseriusi, mungkin saja terjadi kenaikan tapi—setelah lobi dan negosiasi antarfraksi–hanya satu atau dua persen. Jika itu yang terjadi, maka kemungkinan besar kembali ada politikus yang terpaksa angkat koper dari Senayan karena jumlah perolehan suara partainya di bawah ambang batas parlemen yang baru. Itulah yang dialami politikus Partai Hati Nurani Rakyat atau Hanura pada 2019, karena Hanura tak sanggup meraih suara minimal empat persen.

Kenaikan ambang batas parlemen, baru berupa wacana sekalipun, pasti merupakan beban untuk para pemimpin parpol papan bawah di parlemen. Itu juga pastilah bukan kabar baik bagi para pemimpin parpol baru. Mengapa? Pengalaman menunjukkan, pada 2019 banyak parpol yang tidak sampai ke Senayan, termasuk yang didirikan dengan semangat membara, dukungan dana melimpah serta dideklarasikan dalam kemegahan dan kemeriahan.

Silakan direnungkan ulang: lebih baik mencoba terus melangkah ke Senayan atau balik badan.

Penulis: Usman Gumanti

Komentar

News Feed