oleh

Belasan Kasus HAM Mentok Di Kejagung

-Hukum-146 views

MAMAKOTA,- Berkas hasil penyelidikan Komnas HAM selalu dikembalikan oleh Kejaksaan Agung dengan alasan yang kurang lebih sama. Kritikan ini disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) Wahyu Wagiman.

“Narasi repetitif seperti ini sama persis dengan pola mandegnya 13 kasus pelanggaran HAM masa lalu yang diselidiki oleh Komnas HAM,” ujarnya.

Berdasarkan Pasal 20 ayat (1) dan Pasal 21 ayat (1) UU Pengadilan HAM, Komnas HAM telah menjalankan mandatnya. Dengan menemukan bukti permulaan yang cukup, bahwa Peristiwa Paniai Berdarah merupakan pelanggaran HAM berat. Pengembalian berkas hasil penyelidikan Komnas HAM oleh Kejagung tersebut mesti disertai petunjuk yang lengkap dan jelas.

Wahyu mengingatkan, persoalan pelanggaran berat Hak Asasi Manusia merupakan persoalan politik negara, akibat ketidakseimbangan kekuatan. Dalam posisi ini, proses penyelesaiannya sangat penting adanya kehadiran dan itikad baik dari negara.

“Sikap Kejagung yang menjadikannya sekadar remeh temeh prosedural, hanya akan membebani komitmen negara dalam penyelesaian pelanggaran HAM berat,” tandasnya.

Kejaksaan Agung telah mengembalikan berkas kasus Paniai ke Komnas HAM pada 19 Maret 2020. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan, Agung Hari Setiyono.

Menurutnya, berdasarkan penelitian tim jaksa penyidik Direktorat HAM Berat Kejaksaan Agung, berkas penyelidikan tersebut belum memenuhi kelengkapan atau syarat-syarat suatu peristiwa dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan pelanggaran HAM berat. Baik pada syarat-syarat formiil maupun pada syarat-syarat materiil.

Dalam pengembalian berkas, ujar Hari, Kejaksaan Agung telah melampirkan catatan dan petunjuk perbaikan. Komnas HAM, sebutnya, memiliki waktu selama 30 hari untuk memperbaiki berkas penyelidikan tersebut. “Kemudian mengembalikan berkas ke Jaksa Agung,” pungkasnya. (*/RM)

News Feed