oleh

Berita Corona Jauh Lebih Banyak Ketimbang Pilpres 2019

-Berita-99 views

MAMAKOTA,- Achmad Yurianto, Jubir pemerintah untuk corona. Tiap hari, wajahnya tampil di layar kaca. Omongannya selalu jadi pemberitaan. Tak heran, Yurianto  kini makin populer.

Dikaitkan dengan isu public trust, penempatan Yurianto sudah cukup baik dan situasi komunikasi relatif terkendali. Hal ini berbeda ketika pemerintah belum menunjuk jubir khusus untuk corona,” kata Rustika dalam diskusi webinar bertajuk Strategi Komunikasi Krisis Pandemi COVID-19: Memulihkan Public Trust yang digelar di Jakarta, kemarin.

Rinciannya, Yuri menduduki posisi sebagai top influencer dengan 114.983 pernyataan dikutip media. Di posisi kedua, Presiden Jokowi dengan 98.273 pernyataan. Setelah Jokowi, ada nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 42.020 pernyataan.

Lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 33.834 pernyataan. Selanjutnya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa 25.477 pernyataan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 21.198 pernyataan, serta Ketua BNPB Doni Monardo 16.355 pernyataan. Di posisi ke-9 terdapat nama Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan 13.909 pernyataan, dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus di posisi ke-10 dengan 11.463 pernyataan.

Rustika menilai, sejauh ini komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah semakin membaik. Meskipun beberala kali dibumbui dengan kontroversi antarpejabat yang di-framing kurang adanya koordinasi. Hal tersebut dapat memunculkan sentimen negatif untuk pemerintahan Jokowi.

Rustika mengaku dalam situasi kontingensi seperti saat ini, upaya untuk membangun public trust melalui media tidak bisa dilakukan dengan gaya yang biasa-biasa saja. “Perlu ada suatu upaya sehingga masyarakat punya mercusuar atau petunjuk arah yang pasti, jelas, dan tajam. Apalagi di masa pandemi semacam ini,” tuturnya.

Pesan yang kuat menjadi sesuatu yang sangat penting, terutama pesan kuat yang disampaikan oleh strong leaders. “Hal ini penting mengingat rasa keingintahuan masyarakat sangat besar. Mereka membutuhkan sebuah arahan untuk bertindak, berlaku, dan khususnya akan meyakinkan masyarakat akan masa depan mereka,” ucap Rustika.

Dia menjelaskan, isu Covid-19 tak hanya mendominasi pemberitaan media online, namun juga menarik perhatian publik Tanah Air. Sepanjang 2 Maret hingga 26 April 2020 terdapat 1.336.363 berita terkait corona dari 2.623 media daring berbahasa Indonesia.

Data itu dihimpun dengan menggunakan piranti lunak Artificial Intelligence (AI), bertajuk “Corona, Analisis Media Online, Twitter dan Facebook”. “Bahkan isu Covid-19 lebih banyak diberitakan media jika dibandingkan dengan pemberitaan Pilpres, yang ratarata sekitar 100 ribu berita per bulan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menganggap wajar jika pernyataan Yuri paling banyak dikutip media. Karena media itu substansi beritanya tergantung isu atau masalah yang sedang dominan.  (*/RM)

Komentar

News Feed