oleh

Berita Hoaks Covid-19 Capai 686 Konten

-Hukum-157 views

Kemenkominfo Ajak Publik Kampanyekan Pesan Positif

MAMAKOTA,- Kabar bohong alias hoaks terkait virus corona (Covid-19) makin bertambah. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat jumlahnya mencapai 686 konten.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kemenkominfo Widodo Muktiyo mengajak publik tidak meneruskan informasi yang belum valid kebenarannya. Apalagi, isinya rawan menimbulkan kegaduhan dan keresahan di masyarakat. **Baca juga: Polda Metro: Kalau Maksa Baru Kita Tangkap

“Kita harus mengkampanyekan pesan-pesan positif saja. Pilarnya ialah harus optimis dan selalu optimis,” ungkap Widodo Muktiyo saat diskusi di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jakarta, kemarin.

Dalam menghadapi Covid-19, Widodo mengatakan, kita harus berpikir positif, tidak menyalahkan siapa pun. Kemudian, disiplin terhadap protokol kesehatan. Serta disiplin dalam menggunakan media sosial. Widodo mensinyalir banyaknya hoaks muncul karena ada oknum masyarakat sengaja membuatnya. Tujuannya antara lain untuk memicu kegaduhan.

“Ini berarti memang tidak serta merta masyarakat hanya mengonsumsi informasi, namun ada oknum yang sengaja membuat informasi berbeda dan membuat gaduh. Ini yang menjadi tantangan kami,” tegasnya.

Widodo mengungkapkan, untuk mengerem penyebaran kabar hoaks, pihaknya menerapkan aturan dan sanksi yang berlaku pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Kalau ada yang terbukti menyalahi aturan, ada sanksi hukumnya. Sampai hari ini sudah ada 103 yang bermasalah dengan pidana dan hukum,” jelasnya. **Baca juga: KPK Sarankan Pemda Turun Ke Lapangan Update Data Bansos

Dia memaparkan, terdapat tiga level informasi yang menjadi sumber kegaduhan tersebut. Level pertama ialah internet. Untuk mengeremnya, pihaknya mengomunikasikannya dengan pihak Internet Service Provider atau penyelenggara jasa internet.

Level kedua, melalui media sosial di antaranya instagram, facebook dan twitter. Dalam penanganannya, Kemenkominfo melakukan tindakan take down atau blokir terhadap akun terkait. Dan, ketiga level medsos tertutup seperti Whats up. Level ini paling berbahaya (*/UG)

Komentar

News Feed