oleh

BPJS Kesehatan Jebol, Rakyat Kebanjiran…

-Berita-305 views

Poyuono: Rakyat Makin Sebal Sama Pemerintah

MAMAKOTA,- Presiden Joko Widodo menaikkan iuran BPJS Kesehatan untuk kelas satu dan dua. Adapun kelas tiga akan dinaikkan pada 2021. Itulah yang tertuang dalam Perpres 64/2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Untuk menambal BPJS Kesehatan agar tak jebol, pemerintah memutuskan menaikkan iurannya mulai Juli nanti. Pemerintah beralasan, kenaikan ini untuk menjaga kesehatan keuangan BPJS.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengaku heran melihat kebijakan Presiden itu.

“Waduh-waduh, siapa lagi ini yang ngajarin mau ngancurin Kang Mas Joko Widodo dengan minta mengeluarkan perpres itu. Ampun-ampun biyung. Makin sebal saja rakyat sama dia, sudah susah karena Covid-19 sekarang malah mau diperas,” ujar Arief, Rabu (13/5).

Dia sungguh tidak mengerti Jokowi menaikkan iuran BPJS Kesehatan ketika keadaan ekonomi keluarga kelas menengah dan bawah sudah ambruk akibat banyak PHK di sektor formal dan usaha kecil menengah banyak yang tutup karena pengusahanya tidak mampu bayar dampak dari pandemi Covid-19.

“Sungguh enggak pakai otak dan tidak melihat realitas keadaan ekonomi dan sosialnya masyarakat.” imbuhnya. “Wong yang pada kerja di sektor swasta saja masih belum jelas nasibnya ada yang di-PHK, dirumahkan tanpa gaji, dirumahkan gaji 50 persen, masuk kerja tapi gajinya hanya 50 persen karena perusahaan produksi dan penjualannya menurun drastis hingga tinggal 20-30 persen, lha gimana ya ini kok bikin perpres kok nyakitin masyarakat kecil dan menengah sih Kangmas Joko Widodo. Mbok kalau sudah normal perpres baru diteken,” paparnya.

Dia mewanti-wanti, jangan sampai Perppu Korona yang baru disahkan DPR malah untuk menalangi bank-bank dan pengusaha yang sebelum Covid-19 memang sudah mau bangkrut akibat serangan produk impor dari Cina. (*/UG)

News Feed