oleh

BPJS TK Bisa Dicurigai Seperti Jiwasraya

-Hukum-110 views

Poyuono: Jangan Persulit Pencairan JHT

MAMAKOTA,- Pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) tengah menjadi sorotan. Mengapa? Sebab, pada 13 April 2020 terdapat 749,4 ribu tenaga kerja formal yang terkena pemutusan hubungan kerja. Artinya, mereka akan berbondong-bondong untuk mencairkan dana tersebut.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono mengingatkan, BPJS TK harus cepat merespons permintaan pencairan para buruh dan karyawan korban PHK. Jangan sampai berbelit-belit. Jika pencairan berbelit maka patut diduga ada yang tidak beres. **Baca juga: Atasi Covid-19, Volunteer Corona Papua Sarankan Enam Langkah Penting

Menurut dia, publik bisa curiga jangan-jangan dana BPJS TK itu bernasib sama dengan PT Asuransi Jiwasraya yang diinvestasikan ke saham gorengan. Sehingga kesulitan bayar manfaat peserta.

 “Jangan-jangan banyak yang amblas diinvestasikan di saham-saham gorengan nih,” duga Arief kepada redaksi, Kamis (23/4). Jika memang dana BPJS TK likuid, maka mereka harus cepat merespon permintaan peserta yang sedang mengalami PHK. Sebab, buruh sangat butuh dana untuk menyambung hidup dan mulai berwiraswata. “Jangan dipersulit pencairannya oleh BPJS TK. Ini membuat kita curiga jangan-jangan setelah Jiwasraya, Asabri kebobolan, BPJS TK juga dibobol oleh para mafia pasar modal nih.” (*/UG)

Komentar

News Feed