oleh

Cuci Tangan Tanpa Kambing Hitam

-Berita-271 views

MAMAKOTA,- Sering-seringlah atau rajin-rajinlah cuci tangan. Itu anjuran yang kini lagi akrab di telinga berkaitan dengan upaya mencegah penyebaran virus korona (Covid-19). Tidak ada perbedaan pendapat atau polemik mengenai hal itu.

Sesungguhnya, tanpa perlu dianjurkan pun cuci tangan kerap dilakukan banyak orang, mereka yang bermental curang. Akan tetapi, dalam hal ini cuci tangan bukan dalam arti sebenarnya, melainkan dalam arti kiasan, ungkapan.

Seseorang yang bermental curang tapi memiliki wewenang tertentu, biasanya akan cuci tangan sekaligus mencari kambing hitam ketika keputusan yang diambil bukan mengatasi masalah, melainkan justru menimbulkan masalah baru. Biasanya, anak buah atau bawahanlah yang dijadikan sebagai kambing hitamnya. Bisa juga pihak lain, misalnya lawan politik atau pesaing.

Dalam rangka membiasakan diri menerapkan sikap cermat dan hati-hati, perlulah kiranya mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI. Menurut KBBI (Cetakan Ketiga, 2005), dalam arti kiasan kambing hitam adalah “orang yg di suatu peristiwa sebenarnya tidak bersalah, tetapi dipersalahkan atau dijadikan tumpuan kesalahan”. Jadi, cuci tangan dalam pengertian ini merupakan kebiasaan yang tidak baik dan oleh karena itu pasti tidak perlu dianjurkan. Alih-alih mencegah penyakit, hal itu justru membuat sakit alias menyakitkan.

Maka, senyampang kini lagi masa pandemi Covid-19, memang baik kiranya kita sama-sama rajin cuci tangan tanpa mencari kambing hitam. Sementara itu, kebetulan juga sedang bulan puasa, sama-sama pula rajin berdoa agar Dia segera menarik cobaan yang mahaberat ini. (UG)

Komentar

News Feed