oleh

Didi Irawadi: Rapat RUU Ciptaker Pengalaman Tak Terduga

-Berita-51 views

JAKARTA,- Rapat Paripurna DPR yang mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja pada 5 Oktober 2020 dinilai janggal oleh anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin. Didi yang sudah tiga periode menjabat anggota DPR menyebut rapat itu bagi dirinya merupakan pengalaman tak terduga karena pimpinan DPR telah mengesahkan RUU yang sesat dan cacat prosedur.

Tidak ada selembar pun naskah RUU terkait Ciptaker yang dibagikan saat rapat paripurna tanggal 5 Oktober 2020 tersebut, tuturnya kepada redaksi, Kamis (8/10).

Dia pun bertanya-tanya, RUU apa yang sesungguhnya diketok palu oleh pimpinan sidang kala itu. Seharusnya, sambung Didi, sebelum palu keputusan diketok, naskah RUU Ciptaker sudah bisa dilihat dan dibaca oleh anggota dewan.

Rapat paripurna adalah forum tertinggi DPR. Artinya, wajib bagi semua yang hadir diberikan naskah RUU yang akan disahkan. Padahal, kewajiban itu turut dilakukan DPR saat rapat tingkat komisi dan badan saja. Tapi justru saat pengesahan RUU yang berdampak luas pada kehidupan kaum buruh, UMKM, dan lingkungan hidup tidak tampak sama sekali drafnya.

Jangankan yang hadir secara fisik, yang hadir secara virtual pun harus diberikan. Sungguh ironis, RUU Ciptaker begitu sangat penting tapi tidak selembar pun ada di meja kami, katanya. (Red/*)

Komentar

News Feed