oleh

Didi Kempot, Ambyar, Ngabuburit

-Berita-186 views

MAMAKOTA,- Didi Kempot telah tiada. Penyanyi dan pencipta lagu berbahasa Jawa yang kemudian dikenal sebagai musik campur sari itu meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah, pada 5 Mei 2020 dan dimakamkan pada keesokan harinya di Ngawi, Jawa Timur, dekat makam putrinya.

Didi Kempot (nama belakangnya merupakan akronim dari Kelompok Pengamen Trotoar) melalui lagu-lagu karyanya telah mengenalkan bahasa Jawa tidak hanya kepada masyarakat Indonesia tapi juga masyarakat dunia.

Mendengarkan lagu-lagu Didi Kempot membuat banyak orang melupakan kegetiran hidup. Ia berhasil membuat hidup terasa lebih ringan.

Hidup terasa lebih ringan dapat dilihat cara orang-orang berjoget saat menikmati lagu-lagunya. Tidak mengenal usia, tidak mengenal kasta.

Terakhir, Didi Kempot tampil dalam acara Konser Amal dari Rumah Kompas TV. Dalam waktu tiga jam saja, acara yang berlangsung pada 11 April itu berhasil mengumpulkan dana lebih dari tiga miliar rupiah. Konser tersebut merupakan gagasan dari Didi Kempot sendiri karena ingin membantu orang-orang yang sedang kesusahan akibat mewabahnya virus korona (Covid-19).

Didi Kempot membuat hidup lebih ringan. Apa pun yang terjadi harus dihadapi dengan riang tapi bersemangat. Ia memberi makna baru pada kata ambyar. Kita harus ikhlas menerima keadaan apa pun, termasuk dalam keadaan ambyar yang berarti ”bercerai-berai”, atau “terpisah-pisah”, atau “tidak terkonsentrasi lagi”. Akan tetapi, kita menyikapinya dengan hati riang serta penuh semangat.

Pada bulan puasa Ramadan dikenal istilah ngabuburit, yakni melakukan aktivitas tertentu yang ringan sembari menunggu beduk berbuka puasa. Haus dan lapar dihadapi dengan ikhlas tapi penuh semangat. Hidup terasa menjadi ringan. Kira-kira begitu jugalah kondisi jiwa ketika orang sedang menikmati lagu Didi Kempot.

Seperti halnya kata ambyar, sulit menemukan kata dari bahasa Indonesia yang maknanya sama dengan kata ngabuburit. (*/UG)

News Feed