oleh

Digugat Gara-gara Bebaskan 30 Ribu Napi Saat Wabah Corona

-Hukum-85 views

MAMAKOTA,- Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly digugat ke Pengadilan Negeri Surakarta, Jawa Tengah, terkait kebijakan asimilasi terhadap sekitar 30 ribu narapidana di tengah pandemi Covid-19.

Yasonna digugat tiga lembaga swadaya masyarakat (LSM) sekaligus. Yakni Yayasan Mega Bintang, Perkumpulan Masyarakat Anti Ketidakadilan Independen (MAKI), dan Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum (LP3H).

Sedangkan Kepala Rutan Solo sebagai tergugat satu. Kepala Rutan Solo diduga melepaskan napi yang tidak memenuhi syarat dan tidak melakukan pengawasan, sehingga napi tersebut melakukan kejahatan kembali di masyarakat.

Selanjutnya, Kakanwil Kemenkumham Jawa Tengah sebagai tergugat dua, yang telah mengizinkan Karutan Solo melepaskan napi. Dalam pelaksanaannya, Kakanwil diduga tidak melakukan pengawasan, sehingga napi itu berbuat kejahatan kembali di Solo.

Kemudian, Yasonna sebagai tergugat tiga, memerintahkan dan mengizinkan Kakanwil Jawa Tengah untuk mengizinkan Karutan Solo melepaskan napi dari Rutan Solo. Yasonna diduga tidak memerintahkan untuk melakukan pengawasan yang ketat, sehingga para napi tersebut bisa melakukan kejahatan di Solo.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman menuturkan, gugatan tersebut berangkat dari dampak kebijakan pembebasan 30.000 napi yang membuat warga resah. Boyamin menyatakan, napi yang kembali berulah, telah membuat warga di Surakarta waspada. (*/RM)

News Feed