oleh

Digugat Warga, Pengembang Apartemen Roseville Soho and Suite Angkat Bicara

-Berita, Hukum-193 views

TANGSEL,SN—Pengembang apartemen Roseville SOHO and Suite di Serpong, PT Aldebaran, membantah proyeknya berdampak terhadap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terhadap warga sekitar area proyek pembangunan apartemen. Bantahan disampaikan oleh Joenathan Caeswell Thanos, kuasa hukum perusahaan properti tersebut, Kamis (12/3/2020).

Joenathan mengatakan bahwa pembangunan proyek tersebut telah melalui sosialisasi analisis dampak lingkungan (Amdal) kepada warga pada tanggal 23 Mei 2014 atau menjelang memulai pekerjaan “Hasil sosialisasi tersebut, masyarakat yang hadir menyepakati atas pekerjaan pembangunan apartemen Roseville SOHO and Suite oleh PT Aldebaran.

Pembangunan apartemen juga telah selesai dua tahun lalu, tepatnya pada bulan Desember 2018. “Kalau sekarang ada gugatan, pekerjaan pembangunan sudah selesai dua tahun lalu,” kilahnya.

Selain itu, PT Aldebaran juga sudah mengantongi surat keterangan bangunan gedung laik fungsi yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan.

Pihaknya juga membantah adanya maladministrasi terkait dengan izin pembangunan apartemen yang pelaksanaannya tanpa sosialisasi. Ombudsman RI melalui surat pada tanggal 30 Oktober 2019, kata Joenathan, menyatakan jika laporan telah ditutup dengan beberapa pertimbangan yang termuat dalam Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan.

“Bila ada rumah warga yang rusak karena terkena imbas pekerjaan proyek, kami sudah lakukan perbaikan. Kami juga melakukan pembersihan lingkungan warga yang terkena dampak proyek. Hal itu dilakukan pada bulan Juni 2018,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pengembang apartemen Roseville SOHO & Suite di Serpong, PT Aldebaran, digugat karena pembangunannya dinilai merugikan warga sekitar. Warga yang tinggal persis di sekitar apartemen mempertanyakan dokumen izin lingkungan karena merasa tidak pernah dilibatkan. Gugatan warga kepada PT Aldebaran didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Senin (10/3/2020).

Kuasa hukum warga Husendro menyatakan, warga yang menggugat adalah yang terdampak langsung dari pembangunan apartemen Roseville yang hanya dipisahkan ruas jalan dengan jarak kurang dari 20 meter. “Pembangunan apartemen tidak pernah melibatkan warga baik dalam bentuk sosialisasi sejak awal atau meminta izin sebagaimana dipersyaratkan berbagai perundang-undangan,” kata Husendro dari kantor Hukum Husendro dan Rekan, usai menyerahkan gugatan warga ke PN Tangerang.

Husendro mengingatkan, keterlibatan warga yang terdampak dalam proses pembangunan, termasuk apartemen, sesungguhnya merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi seperti diatur dalam Pasal 25 dan Pasal 26 Undang-undang No 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup jo Pasal 2 Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 17 tahun 2012 tentang Pedoman Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Analisis Dampak Lingkungan Hidup dan Izin Lingkungan.

Tidak dilibatkannya warga misalnya dalam proses penyusunan dokumen AMDAL. Masyarakat yang dijadikan responden adalah masyarakat yang tinggal jauh dari lokasi pembangunan apartemen. Bahkan saat dokumen tersebut diminta untuk disempurnakan oleh pemerintah, pengembang apartemen Roseville lagi-lagi melibatkan masyarakat responden yang jauh dari lokasi.

Fakta lain yang membuat warga mempertanyakan keabsahan dokumen AMDAL dan izin lingkungan apartemen Roseville adalah belum dipenuhinya kewajiban peningkatan jalan seperti tanggapan Pemerintah Kota Tangerang Selatan soal dokumen Andal, RKL, dan RPL.

Husendro menekankan, warga merasakan kerugian akibat pembangunan apartemen Roseville. Mulai dari polusi suara yang sangat keras, debu yang sangat banyak, dan ancaman keselamatan karena crane pembangunan apartemen lalu lalang dan parkir tepat di atas rumah warga. Jam kerja yang diberlakukan hingga malam hari juga menggangu waktu istirahat. Selain itu, secara fisik kerugian juga diterima karena ditemukannya retakan-retakan di rumah warga yang diduga keras akibat pembangunan konstruksi apartemen Roseville. “Ada warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan atas. Bahkan ada orangtua warga yang sedang menjalani masa pemulihan malah akhirnya mengalami penurunan kondisi kemudian meninggal dunia,” tutur Husendro. Atas berbagai kerugian yang dialami, Husendro menyatakan, warga menggugat PT Aldebaran sebesar Rp100 miliar. (amd)

News Feed