oleh

Dudung Didukung Panglima TNI dan Rakyat

-Hukum-53 views

Soal Pencopotan Baliho Rizieq

MAMAKOTA,- Langkah Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman memerintahkan anak buahnya mencopoti baliho pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab didukung Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Dudung juga mendapat dukungan rakyat.

Dukungan Panglima TNI itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen Achmad Riad.
“Ketika Pangdam mengambil langkah, ya panglima akan mendukung,” ujar Riad di Markas Kodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, kemarin.

Kapuspen membantah isu adanya perpecahan di tubuh korps baju loreng terkait keputusan Dudung mencopoti baliho itu. Dudung pun mengamini. Dia mengaku sudah melaporkan langkahnya ke Panglima TNI. Tapi, dia menegaskan, pencopotan baliho Rizieq oleh para anggota TNI merupakan perintahnya, bukan dari Panglima TNI.

“Kalau hal-hal yang begini, cukup pangdam saja. Panglima TNI pekerjaannya nasional,” tuturnya.
Mengapa harus TNI yang mencopoti baliho itu? Dudung menjelaskan, Satpol PP sebenarnya sudah melakukan pencopotan baliho Rizieq selama dua bulan. Sudah 338 baliho berhasil diturunkan. Namun, FPI melakukan perlawanan. Satpol PP pun ketakutan melanjutkan pencopotan baliho Rizieq dan FPI. Makanya, TNI turun tangan.

Menurut Dudung, baliho-baliho itu dicopoti karena tidak sesuai ketentuan, tidak sesuai tempat, dan tidak membayar pajak. Selain itu, baliho tersebut memuat kalimat-kalimat yang tidak baik. “Mengundang keresahan masyarakat,” tambah eks Gubernur Akademi Militer (Akmil) itu.

Dudung mengklaim, lebih banyak yang mendukung langkahnya mencopot baliho Rizieq ketimbang yang mengkritiknya. “Sekarang situasi sudah mulai aman, harapan masyarakat sudah mulai membaik.”

Memang, selain Panglima TNI, banyak juga publik yang mendukung langkah Dudung. Bentuk dukungan itu tercermin dari puluhan karangan bunga yang berjejer di Markas Kodam Jaya, Jakarta Timur. Karangan bunga yang berukuran rata-rata 1,5 x 2,25 meter itu, berjejer di sepanjang pagar halaman Markas Kodam Jaya sepanjang sekitar 500 meter.

Berbagai kalimat dukungan diberikan. Seperti TNI Dahsyat, Bravo TNI, Kami Putra Putrimu Selalu Mendukung Komando, Terima Kasih Karena Tidak Memihak Pada Penghina, Tapi Kalian Telah Memihak Pada Kebenaran, Terima Kasih Kepada Kodam Jaya”.

Karangan bunga itu berasal dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari akademisi, perseorangan, hingga kelompok masyarakat. Dari mahasiswa sampai artis. “Ini bentuk dukungan juga ke Polisi dan TNI,” ucap Dudung.

Karena itulah, Dudung memastikan akan terus melakukan pencopotan spanduk dan baliho Rizieq. Dia mengistilahkan, hal itu sebagai serangan. Nah, dalam dasar-dasar serangan, momentum serangan jangan sampai terhenti. “Jadi, terus kami lanjutkan tugas ini.”
Sampai kemarin, ada 900 baliho dan spanduk yang diturunkan. (red/usman) 

News Feed