oleh

Erick Thohir Terbitkan SE ‘New Normal’

-Berita-113 views

MAMAKOTA,- Setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berjalan hampir tiga bulan, masyarakat dimungkinkan kembali dapat hidup secara normal. Tahap peralihan inilah yang disebut era ‘the new normal’.

Terkait hal itu, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Kepmenkes No. HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi. Beleid untuk menghadapi era new normal ini juga telah ditindaklanjuti oleh beberapa kementerian. Salah satunya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor S-336/MBU/05/2020 tentang Antisipasi Skenario The New Normal BUMN.

Dalam SE yang ditandatangani Menteri BUMN Erick Thohir itu dijelaskan, dalam rangka mengantisipasi secara dini skenario the new normal, Kementerian BUMN memerintahkan perusahaan pelat merah melakukan sejumlah hal.

Di antaranya, setiap BUMN wajib membentuk ‘task force’ penanganan Covid-19 dengan fokus melakukan antisipasi skenario the new normal. Kemudian, setiap BUMN wajib menyusun protokol penanganan Covid-19. Protokol tersebut meliputi aspek manusia, cara kerja, serta pelanggan, pemasok, mitra, dan stakeholders lainnya.

Selanjutnya, setiap task force penanganan Covid-19 BUMN diminta menyusun timeline pelaksanaan skenario the new normal, dengan berpedoman kepada kebijakan Kementerian BUMN, komando Kementerian/Lembaga terkait (khususnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Kesehatan), serta keunikan masing-masing klaster/sektor dan/atau daerah.

Selain itu, setiap BUMN mesti mengkampanyekan gerakan optimisme dalam menghadapi the new normal, melalui penggunaan tagar #CovidSafeBUMN pada setiap momentum/media yang relevan, dengan tetap menjaga kedisiplinan dalam penerapan protokol penanganan Covid-19.

Adapun untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan skenario The New Normal di masing-masing BUMN menjadi tanggung jawab direktur utama, dan agar dilaporkan secara berkala kepada Wakil Menteri BUMN. Dalam SE ini, Kementerian BUMN juga membuat tahapan pemulihan kegiatan yang terbagi menjadi lima fase.

Fase pertama, Kementerian BUMN menetapkan mulai 25 Mei karyawan berusia di bawah 45 tahun masuk kerja, sementara karyawan berusia di atas 45 tahun bekerja di rumah. Namun, khusus untuk sektor industri dan jasa, layanan cabang dibuka secara terbatas, jam masuk diatur dan kapasitas dibatasi.

Selain itu pembukaan pabrik, pengolahan, pembangkit, hotel mulai dilakukan tapi dengan sistem shift dan pembatasan karyawan masuk. Khusus pusat perbelanjaan modern (mal) masih tutup.

Fase kedua, Kementerian BUMN memperbolehkan mal, toko ritel restoran ritel, dan hotel beroperasi mulai 1 Juni. Dengan syarat, ada pembatasan pengunjung dan protokol kesehatan ketat. Selain itu, masyarakat boleh berkumpul di area outdoor dengan batasan jarak dua meter dan kapasitas area maksimal 20 orang.

Pada fase ketiga, BUMN memperbolehkan tempat wisata dibuka mulai 8 Juni. Tapi penjualan tiket harus dilakukan secara online dan pengunjung dibatasi. Pada tanggal yang sama, tempat pendidikan boleh dibuka dengan pembatasan jumlah siswa.

Sementara untuk fase keempat yang dimulai 29 Juni, kegiatan ekonomi di seluruh sektor dibuka. Namun, ada tambahan evaluasi untuk kapasitas operasi menuju normal dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Lalu untuk restoran, kafe, dan fasilitas kesehatan juga dibuka secara bertahap serta pembukaan tempat ibadah.

Fase kelima berjalan pada 13 dan 20 Juli. Di fase ini seluruh sektor sudah bisa beroperasi sepenuhnya tapi dengan memperhatikan protokol kesehatan dan kebersihan yang ketat ditargetkan mulai awal Agustus. (*/UG)

Komentar

News Feed