oleh

Griya Pijat Eiffel Diam-diam Beroperasi

-Hukum-22 views

PONDOK AREN, MAMAKOTA– Griya pijat Eiffel di Ruko Emerald Bintaro, Pondok Aren, digerebek Satpol PP Kota Tangerang Selatan. Sebanyak 15 terapis perempuan ikut diamankan.

Penggerebekan itu dilakukan setelah adanya laporan warga yang resah dengan adanya aktifitas tersebut di masa pandemi Covid-19.

“Awalnya laporan warga, lalu kami melaksanakan penyelidikan di sana (griya pijat Eiffel) dan kami melihat ketika ada pelanggan mereka baru dibukakan oleh pegawai tempat tersebut. Setelah mereka masuk, digembok lagi pintunya. Jadi, kalau dari luar, terlihat tutup,” kata Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel Muksin Al Fachry saat dihubungi wartawan, Minggu (25/10/2020).

Menurut Muksin, saat menggerebek tempat tersebut, pihaknya menemukan 16 wanita. Sebanyak 15 bekerja sebagai terapis dan satu orang sebagai kasir.

Selain itu, terdapat 15 laki-laki juga di tempat tersebut. Tiga orang sebagai office boy, satu sebagai manajer, dan 11 orang pelanggan. “Di sana kami temukan beberapa sedang pijat dan pada tidak berbusana, baik laki-laki maupun wanita terapisnya,” beber Muksin

Hasil keterangan di lokasi, 15 terapis tersebut berasal dari daerah Subang, Indramayu dan Lampung. Pihaknya juga saat itu menemukan 11 pelanggan pria tengah berada di tempat pijat tersebut.

Selain itu, saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan alat bong di lokasi. “Di dalam kami juga temukan ada bong yang biasa digunakan untuk narkoba jenis sabu. Kita sudah berkoordinasi dengan BNN Kota Tangerang Selatan dan mereka dilakukan tes dan hasilnya negatif,” ujar Muksin.

Para terapis dan pelanggan di lokasi tersebut telah dipulangkan setelah dimintai keterangan lebih lanjut. Griya pijat tersebut kini telah disegel oleh aparat. Para terapis usai dilakukan pemeriksaan juga telah diminta pulang ke rumah masing-masing.

Griya pijat Eiffel diduga telah melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Tangsel karena tetap beroperasi secara sembunyi-sembunyi sebagai upaya untuk mengelabui petugas.

Muksin mengatakan, modus yang digunalan pengelola Griya pijat tersebut dengan cara pintu masuk ditempeli tulisan ‘close’ untuk menandakan tempat tersebut tidak beroperasi. Padahal sebenarnya beroperasi.

Selain itu, pegawai griya pijat secara diam-diam membukakan pintu bagi pelanggan yang hendak masuk. Lantas, setelah itu, pintu kembali digembok rapat.

Muksin mengatakan saat ini pihaknya juga tengah berkoordinasi untuk mencabut izin tempat usaha tersebut. “Kami juga akan memberikan surat rekomendasi ke PTSP untuk dilakukannya pencabutan izin kepada Eiffel tersebut,” pungkasnya. (ahmad)

News Feed