oleh

Habis Hadiri Acara DIPA, Jokowi Dekati Wartawan

-Berita-51 views

MAMAKOTA,- Presiden Joko Widodo sedih dan kecewa mengetahui Edhy Prabowo ditangkap KPK. Jokowi memastikan tak akan melakukan intervensi apa pun. Dia menyerahkan persoalan ini ke KPK.

Kabar Edhy ditangkap KPK menyebar dengan cepat. Jokowi pun merasa perlu memberikan keterangan pers singkat untuk merespons kabar tersebut. Selepas menghadiri acara penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) di Istana Negara, kemarin, Jokowi yang mengenakan batik lengan panjang cokelat, langsung menemui wartawan yang menunggunya.

Bagaimana tanggapan Jokowi? kepada wartawan, eks Gubernur DkI Jakarta itu mengatakan, pemerintah menghormati proses hukum terhadap pejabat negara yang saat ini tengah berjalan di KPK. “Saya percaya KPK bekerja transparan, terbuka, dan profesional.”

Saat berbicara itu, air muka Jokowi terlihat kecewa dan sedih. Jokowi menegaskan, pemerintah terus mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Habis Jokowi, Menko Polhukam Mahfud MD juga ikut memberikan keterangan pers di kantornya, Jalan Merdeka Barat, Jakarta. Ia menegaskan, pemerintah menghargai proses hukum yang berjalan di KPK. Mahfud mengatakan, pemerintah tidak akan mengintervensi dan menyerahkan proses sesuai dengan hukum yang berlaku. Dia mengakui, hingga saat ini pemerintah belum tahu pasti tindak pidana apa yang dilakukan atau diduga dilakukan oleh Edhy.

“Silakan itu dilanjutkan sesuai de ngan hukum yang berlaku,” kata Mahfud.

Bagaimana tanggapan Gerindra? Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco juga terlihat kaget mengetahui koleganya ditangkap KPK. Dia langsung melapor kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto begitu mengetahui kabar penangkapan itu. apa arahan Prabowo?

“Arahan dari Ketua Umum untuk menunggu perkembangan lebih lanjut informasi dari KPK,” kata Sufmi di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Politisi Gerindra yang juga Wakil Gubernur DKi Jakarta, Ahmad Riza Patria, juga sedih mendengar kabar rekan sepertinya ditangkap KPK.

“Tentu kami prihatin,” kata Riza di Gedung DPRD DKi Jakarta, kemarin.

Ia menyebut keterangan lebih lanjut terkait dengan penangkapan Edhy akan dijelaskan Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani.

Sekjen MUI Anwar Abbas ikut terkejut dan sedih. Kaget karena yang tertangkap adalah seorang menteri.

“Juga menyedihkan karena ini suatu pertanda bahwa praktik korupsi di negeri ini benar-benar sudah luar biasa hebat, meluas dan ganasnya serta sudah seperti membudaya di dunia birokrasi,” ujar Anwar, kemarin.

Anwar tak habis pikir ada pejabat yang menumpuk kekayaan untuk sendiri di saat negerinya dilanda wabah Covid-19 dan butuh banyak uang untuk menolong orang sakit. “Apakah mereka ini tak punya hati nurani?” (red/usman)

News Feed