oleh

Husain: JK Sosok yang Dibutuhkan Banyak Orang

-Politik-64 views

Rajin Silaturahmi dengan Anies

MAMAKOTA,- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Wapres Jusuf Kalla kini rajin bersilaturahmi. Selain tukar pikiran soal penanganan korona, JK yang menjabat Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) memberikan dukungan penuh atas rencana Anies membangun Museum Rasulullah di Ancol.

Juru bicara JK, Husain Abdullah, tidak menampik bosnya sering menjalin silaturahmi dengan Anies. Apakah itu diartikan mem-back up Anies? Husain tidak mengiyakan, tapi juga tidak membantah.

“Dulu (Pilkada DKI 2017) kan orang memosisikan (JK) mendukung Pak Anies. Mungkin asumsi orang masih terbawa sampai sekarang. Itu kan sah-sah saja,” tutur Husain kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Yang jelas, kata Husain, JK merupakan sosok yang dibutuhkan banyak orang. Misalnya, memberi solusi untuk pemerintahan, atau berbicara soal kondisi sosial, sampai penanganan bencana. Yang ngajak silaturahmi JK juga banyak. Mulai dari bupati, wali kota, gubernur, sampai Presiden Jokowi.
“Bapak Presiden dengan Pak JK sering berkomunikasi. Itu datar-datar saja. Sesuatu yang biasa-biasa saja,” ungkap Husain.

Apakah Anies sering minta masukan kepada JK? Husain menyatakan, dalam kondisi pandemi Covid-19, Anies dan JK memang intens berkomunikasi untuk mencari solusi. Namun, yang berkomunikasi untuk penyelesaian masalah ini bukan cuma Anies tapi juga beberapa kepala daerah lain. Seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.
“Pak JK kan orangnya saat cair, humble. Jadi, kita susah menebak, kepada siapa dia dekat sekali atau nggak. Gesture-nya sulit ditebak,” tambah Husain.

Ditanya dukungan JK ke Anies dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, jawaban Husain bersayap. “Masih jauh ini. Empat tahun lagi. Masih jauh. Mudah-mudahan semua lancar, negara kita baik. Apalagi situasi Covid-19 begini, ya tentu semua pihak fokusnya menyelesaikan masalah ini.”

Soal unggahan Anies membaca buku Bagaimana Demokrasi Mati, Minggu (22/11), Husain menegaskan, tidak ada kaitannya dengan JK. Meski satu hari sebelum itu JK juga bicara soal demokrasi. Menurut Husain, membaca buku merupakan kebiasan Anies. Apalagi Anies seorang akademisi.

“Tapi, ketika di publik, jadi multitafsir. Ada yang pro, juga kontra. Ada yang menafsirkan ke mana-mana. Biasalah, apalagi ada sosial media seperti ini. Satu hal yang baik. Mudah-mudahan pemimpin kita punya kebiasaan membaca. Itu pesannya,” papar Husain.

Soal kedekatan JK-Anies ini sudah diketahui juga oleh politisi. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan, kedekatan JK dengan Anies bukan hal baru.

“Kedekatan Pak JK dengan Pak Anies, dari dulu sudah begitu. Hubungannya ya ada politiknya, persahabatannya, dan keislamannya,” ulas politisi yang akrab disebut HNW itu, kemarin.

Mengenai kans Anies maju di Pilpres 2024, Hidayat enggan menyinggung. Menurut Wakil Ketua MPR ini, waktunya masih sangat lama. Masih banyak agenda politik yang akan mengubah peta pertarungan menuju pilpres. Misalnya, perdebatan soal ada tidaknya Pilgub Jakarta 2022. Karena ada wacana Pilkada 2022 akan ditarik ke 2024, digabung dengan Pilpres.

Untuk Anies, dia berpesan agar fokus menjalankan amanatnya sebagai gubernur. “Maksimalkan saja amanat yang ada sekarang. Jangan spekulasi hal-hal yang tidak jelas.”

Pengamat hukum tata negara Refly Harun ikut mengulas keberadaan JK untuk Anies. Refly mencontohkan Pilkada Jakarta tiga tahun lalu. Saat itu JK mendukung Anies. Padahal, di saat bersamaan Istana mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Peran JK dalam kemenangan Anies juga bisa dibilang besar. Selain dukungan politis, JK juga bisa menjadi penyandang dana.

“JK terangan-terangan dukung Anies. Erwin Aksa, putra dari besan yang bersangkutan yaitu Aksa Mahmud, itu menjadi tulang punggung Anies. Ya mungkin dari sisi pendanaan salah satunya. Karena kita tahu bahwa Anies bukan orang yang punya pundi-pundi yang mumpuni sebagaimana Sandi Uno dan Prabowo Subianto,” terang Refly melalui akun Youtube-nya berjudul ‘HRS Pulang Untuk Muluskan Anies di 2024!”
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai, meski tak lagi punya jabatan penting di pemerintahan dan partai politik, pengaruh JK di kancah politik Indonesia masih tinggi. JK bisa saja menjadi penyokong utama Anies pada Pilpres 2024.

“Kalau JK jadi king maker, Anies makin kuat. Jika JK yang jadi king makernya, itu menguntungkan Anies. Namun, Anies harus membuktikan dulu popularitas dan elektabilitas dia sebagai capres.” (red/usman) 

News Feed