oleh

Ini Dia 4 Alasan Harga BBM Tidak Turun

-Berita-209 views

MAMAKOTA,- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih ogah menurunkan harga BBM. Padahal, Presiden Jokowi sudah meminta para menterinya mengkaji penurunan harga BBM dalam negeri dengan anjloknya harga minyak dunia.

Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengungkapkan, ada empat alasan yang jadi pertimbangan harga BBM tidak turun. Pertama, ia masih memantau kondisi anjloknya harga minyak saat ini. Biasanya harga minyak mentah seringkali anjlok setiap ada krisis.

Namun, dalam 3 bulan kondisi bisa kembali normal. Menurutnya, kondisi tersebut pernah terjadi. Saat krisis 2008, harga minyak mentah anjlok ke 38 dolar AS per barel. Namun, tidak lama kemudian harga naik ke 70 dolar. Kondisi serupa terjadi saat krisis Iran 2019 lalu, harganya bisa pulih dalam kisaran 3 bulan. “Pemerintah masih menjaga harga tetap karena harga minyak dunia dan kurs masih tidak stabil serta dapat turun,” ujarnya dalam rapat bersama dengan Komisi VII DPR secara virtual, kemarin.

Kedua, kata Arifin, pemerintah masih memantau rapat Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang diikuti juga oleh perwakilan negara G-20. Kabarnya, OPEC akan segera menyepakati penurunan kapasitas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari, mulai Mei sampai Juni 2020.

Sementara pada Juli hingga Desember 2020 OPEC merencanakan pemangkasan produksi minyak hampir 8 juta barel per hari, serta pemotongan 6 juta barel per hari pada 2021-2022. “Jadi kami masih monitor kesepakatan penurunan itu terutama yang 9,7 juta barel yang berlaku Mei,” katanya.

Ketiga, berdasarkan pantauan Kementerian ESDM pada April, harga bensin ratarata Indonesia berada pada peringkat empat terendah dari sembilan negara di ASEAN. Harga bensin di Indonesia tercatat masih lebih mahal dari Vietnam, Myanmar, dan Malaysia. Sementara pada solar, harga Indonesia tergolong tinggi dan berada di peringkat tiga tertinggi. Harga solar termahal ada di Singapura dan Laos.

“Kita bukan yang termahal di negara ASEAN. Volume kita juga turun signifikan. Pemerintah tetap mempertahankan kebijaksanaan untuk BBM tertentu seperti premium,” ungkapnya.

Terakhir, Arifin mengungkapkan, harga BBM sudah turun dua kali pada tahun ini. Sehingga kondisi tersebut, menjadi salah satu pertimbangan pemerintah mempertahankan harga BBM di tengah anjloknya harga minyak belakangan ini.

“Harga Jenis BBM Umum (JBU) telah mengalami penurunan sebanyak 2 kali di tahun 2020 pada, Januari dan Februari, dengan tingkat penurunan yang cukup signifikan,” jelasnya. Pada Januari 2020, Arifin mengatakan, penurunan harga berkisar Rp 300-1.750 per liter. Penurunan itu terjadi pada produk bensi RON 92, RON 95, RON 98, serta Solar CN 48 dan CN 51. Penurunan juga terjadi pada, Februari dengan nilai kisaran Rp 50 – Rp 300 per liter. Saat itu, koreksi harga terjadi hanya untuk bensin RON 92, RON 95, dan RON 98. (*/RM)

News Feed