oleh

Isu Ganti Menteri, Cuma Membara di Dunia Maya

-Berita-29 views

Isu reshuffle kabinet kembali memanas di dunia maya setelah pemerintahan Jokowi – Ma’ruf genap satu tahun. Namun, tidak di dunia nyata. Pihak Istana juga tak semangat menanggapinya.

Belakangan ini, sejumlah relawan Jokowi di Pilpres 2019, kembali menggulirkan reshuffle. sejumlah menteri diusulkan didepak dari kabinet. Sayangnya, pihak Istana tidak merespons desakan dari para relawan ini.

Sikap dingin Istana membuat parpol koalisi pendukung pemerintah ikutan pasif. Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Nurul Arifin malah mempertanyakan desakan reshuffle yang disuarkan oleh sejumlah kalangan. Termasuk usulan dari sejumlah relawan Jokowi.

“Jika tidak ada masalah, kenapa harus ada reshuffle? Dan, perkara resuffle itu hak prerogatif Presiden. Tidak perlu setiap tahun dijadikan isu tradisi reshuffle tersebut,” kata Nurul, kemarin.

Politisi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira memaklumi bila ada pihak yang ingin adanya reshuffle. Namun, kata dia, PDIP tetap menyerahkan urusan reshuffle ke Jokowi.

“Mungkin ada sesuatu yang perlu di perbaiki. Ya harus diperbaiki. Tapi (reshuffle) kita serahkan sepenuhnya kepada presiden Jokowi,” kata Andreassaat dikontak redaksitadi malam.

Andreas menegaskan, PDIP selaku pengusung utama pemerintah tidak dalam kapasitas mendesak-desak. PDIP juga belum memberikan masukan pada presiden untuk membidik siapa menteri yang harus dicopot. “Kalau presiden mau bicara, ya bicara. Kalau gak, ya bagaimana.”

Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Ferry Noor tidak menampik, ada pembahasan di internal partai soal kinerja menteri. Dalam setahun kabinet berjalan, ada sejumlah menteri yang memang belum maksimal. Namun, soal kapan reshuffle, partai yang dikomandoi Yusril Ihza Mahendra ini mengaku tidak mendapatkan informasi soal reshuffle.

“Semua kita serahkan ke Presiden. Banyak kader terbaik PBB yang siap membantu di pemerintahan, jika Presi den minta,” tambahnya.

Pengamat politik Hendri Satrio mencatat, sudah empat kali Presiden Jokowi menegur menteri-menterinya di muka publik.

“Itu merupakan salah satu tanda-tanda reshuffle,” kata Hensat, sapaan akrab founder lembaga survei Kedai Kopi ini, kemarin.

Teguran Presiden kepada para pembantunya, kata dia, memang tidak selalu berujung pada perombakan kabinet. Namun, ada dua tanda yang bisa dijadikan ukuran, kapan reshuffle di lakukan. Pertama, kinerja sejumlah menteri mendapat penilaian tidak bagus dari publik. Kedua, Presiden tak lagi nyaman. “Kalau relawan bersuara, PDIP bersuara. Mungkin reshuffle itu sudah dekat.”

Di Twitter, isu reshuffle lumayan panas dibicarakan. Sejumlah nama menteri yang layak diganti dicatut dalam cuitan. Bahkan, akun @Spionase025 mengaku dapat bocoran. “Infonya, minggu depan Jokowi lakukan reshuffle menteri. Dan rakyat berharap, menteri yang gak becus kerja dipecat,” cuitnya.  “Saya rasa sudah saatnya Pak @jokowi mempertimbangkan reshuffle ka binet,” saran @s_fadjriyani. “Sebernya sudah akan reshuffle tapi gegara Covid tertunda, fokus pandemi dulu,” timpal @Dimas_Wbw.

Namun, akun @DeathBatarmy2 menyentil pendukung yang meminta reshuffle. “Kalau emang bener kena reshuffle hebat betul relawan bisa mendikte presiden,” kritiknya. (Red/*)

News Feed