oleh

Jakarta Kehilangan 70 Triliun

-Berita-158 views

MAMAKOTA,- Dampak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi. Ekonom Universitas Indonesia (UI), Fithra Faisal menghitung, PSBB akan membuat Jakarta kehilangan mayoritas denyut ekonominya selama 14 hari ke depan.

“Walaupun tidak se – penuhnya berhenti, 75 persen ekonomi di Jakarta akan terhenti,” kata Faisal. Dari perhitungannya, berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) secara konstan, maka Jakarta akan kehilangan pendapatan sebesar Rp 70,86 triliun, atau -2,78 persen terhadap PDRB, atau dihitung berdasarkan PDRB DKI Jakarta, Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2010 Tahun 2015-2016, yang dihimpun dari www.data.jakarta.go.id.

“Apabila 75 persen perekonomian DKI Jakarta terhenti selama 14 hari, maka outputnya akan hilang Rp 70,86 trilun. Dihitung berdasarkan PDRB konstan, atau harga di tahun 2010, dihilangkan faktor inflasi,” katanya.

Tidak hanya pendapatan saja yang berkurang. Dari perhitungan Fithra, Jakarta juga akan kehilangan nilai tambah sebesar Rp 52,88 triliun dan Pendapatan Rumah Tangga hilang Rp 16,94 triliun.

Dari sisi tenaga kerja, lanjutnya, akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 76.263 orang, atau berkurang 1 persen. Di mana sektor perdagangan, hotel, dan restoran merupakan sektor yang kemungkinan paling banyak melakukam PHK karyawannya, yakni kurang lebih sebanyak 102.120 orang. Sektor PHK terbesar berikutnya, ada pada sektor pengangkutan dan komunikasi yang kemungkinan akan ada 39.918 orang yang terkena PHK. Juga ada sektor jasajasa sebesar 38.255 orang.

Sementara sektor keuangan, sewa, dan jasa perusahaan sebanyak 25.474 orang. Di sektor industri, kemungkinan ada sekitar 12.862 orang terkena PHK, sektor konstruksi kurang lebih 6.392 orang yang kemungkinan terkena PHK. Sektor pertanian ada kurang lebih sekira 1.878 orang.

Di sektor listrik, gas, dan air bersih serta sektor penggalian dan pertambangan, kemungkinan ada sekitar 400-an lebih orang yang terkena PHK. Masing-masing sebesar 435 orang dan 418 orang. Dengan perhitungannya itu, lanjut Faisal dampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, bisa 0,8 persen.

“Kalau misalnya berdasarkan asumsi, bertahan 6 bulan adanya wabah Covid-19 dengan perekonomian atau tidak berjalan 75 persen. Kita bisa -0,8 persen pertumbuhan ekonominya,” ungkapnya. (*/RM)

News Feed