oleh

Jam Besuk Tahanan Diperketat

-Berita, Hukum-178 views

MAMAKOTA, JAKARTA, — Semua ruang yang dapat menimbulkan menyebarnya wabah virus Covid-19 terus dipersempit. Termaauk di lingkungan penjara. Polres Tangerang Selatan (Tangsel) mulai memperketat keluar masuk tamu yang datang untuk menjenguk tahanan.

Kasat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polres Tangsel, Iptu Gatot Santoso menjelaskan para keluarga atau tamu yang menjenguk tahanan akan diberikan waktu selama 10 menit. Untuk jam besuk tiap hari Senin, mulai pukul 11.00 WIB sampai 15.00 WIB. Dan itu dibatasi hanya 10 menit. Dan, SOP itu sudah diberlakukan sejak Senin (16/3).

Sebelum memasuki ruang tahanan, pihak tamu atau keluarga akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Bukan hanya pembatasan waktu besuk tahanan yang dilakukan. Pihaknya juga mengatur jarak tahanan dan para pembesuk untuk tidak terlalu dekat.

“Kadang yang besuk ada satu orang kadang empat orang. Cuma disitu sudah kita atur, jarak juga kita atur. Jadi itu yang komunikasi sama yang bersangkutan aja yang kita atur nggak boleh berdekatan langsung,” pungkasnya. 

Tak hanya memperketat jam besuk tahanan, Polres Tangsel juga memasang baliho raksasa berisi maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19.

Baliho Maklumat dengan nomor Mak/02/III/2020 itu diterbitkan sejak Kamis (19/3/2020) itu dipasang di sejumlah titik di Kota Tangsel.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono menjelaskan tujuan maklumat tersebut, uakni untuk meminimalisasi penyebaran virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

“Agar penyebaran tidak semakin meluas dan berkembang menjadi ganguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Argo dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/3/2020).

Argo kemudian menjelaskan, maklumat dari Kapolri antara lain meminta masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri.

Contohnya, seminar, lokakarya, konser musik, festival, bazzar, pasar malam, pameran, unjuk rasa, kegiatan olahraga, kesenian, jasa hiburan, pawai, karnaval hingga resepsi keluarga.

“Apabila ada keperluan mendesak dan tidak dapat dihindari yang melibatkan banyak massa, agar dilaksanakan sesuai dengan protokol pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran Corona,” ujar Argo.

Selain itu, Kapolri meminta masyarakat tidak menimbun bahan pokok atau membeli secara berlebihan. “Jangan menimbun bahan pokok,” kata Argo. (amd)

Komentar

News Feed