oleh

Jokowi Sebut Ada Kepala Daerah Ikut Langgar Prokes

-Berita-15 views

Minta Menteri Tito Kirim Teguran

MAMAKOTA,- Presiden Joko Widodo meluapkan kekecewaan atas beberapa kejadian pelanggaran protokol kesehatan (prokes) tanpa penindakan tegas di beberapa wilayah dalam sepekan terakhir. Yang bikin Jokowi tambah jengkel, ada kepala daerah bukannya ikut mencegah, malah ikutan berkerumun. Jokowi meminta Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian menegur kepala daerah seperti ini. Namun, Jokowi tak menyebut siapa kepala daerah yang dimaksud.

Kejengkelan Jokowi itu diutarakan saat memimpin Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Topik ratas pagi itu adalah laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi. Raut kekecewaan terpancar dari wajah Jokowi saat memasuki ruang ratas.

Setelah memasuki ruangan, Jokowi tanpa banyak basa-basi langsung mengawali pengantarnya dengan kata penegasan.

Saya ingin tegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, katanya dengan dengan nada tinggi.

Sebelum rapat dimulai, kondisi ruangan memang sudah terlihat sunyi. Hanya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Aziz yang terlihat berbisik-bisik. Sementara menteri lainnya, seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Agus Terawan Putranto, Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian, dan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo, hanya duduk menunggu rapat dimulai.

Wapres Maruf Amin yang sudah ada di ruangan, juga tidak berbincang dengan siapa pun. Wapes terlihat sibuk mencatat sesuatu pada kertas di atas meja, sebelah kursi Presiden yang masih kosong.

Dalam pengantarnya, Jokowi menyinggung soal pembatasan sosial, termasuk pembubaran kerumunan di masa pandemi. Menurutnya, penegakan prokes harus terus dilakukan.

Tidak ada yang kebal virus korona, sentilnya.

Jokowi lalu menyebut Kapolri, Panglima TNI, dan Ketua Satgas Covid-19. Kepada tiga orang ini, Presiden memerintahkan untuk menindak tegas pelanggar ketentuan pembatasan sosial. Jangan hanya sekadar imbauan-imbauan.

Nama Mendagri juga disebut. Ia meminta Tito mengingatkan kepala daerah agar memberikan contoh yang baik. Bahkan, jika perlu menegur kepala daerah yang tidak taat aturan korona. Jangan malah ikut berkerumun, sindir eks Gubernur DKi Jakarta itu

Jokowi memang tidak menyebut secara tegas siapa kepala daerah yang ikut dalam kerumunan. Namun, dalam sepekan ini, diketahui ada beberapa kali kejadian yang melibatkan kerumunan massa di Jakarta. Semua kegiatan itu terkait acara yang melibatkan bos Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Gubernur DKi Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria diketahui ada hubungannya dengan beberapa kerumunan yang terjadi. Anies sempat mendatangi kediaman Rizieq di kawasan Petamburan, Selasa (10/11) malam. Lalu, Anies juga menghadiri pernikahan putri Rizieq Sabtu (14/11) lalu. Padahal, acara itu mendapat banyak sorotan karena melibatkan kerumunan orang tanpa Prokes.

Sedangkan Riza Patria diketahui hadir dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Tebet, Rabu (11/11) pagi. Acara itu menimbulkan kerumunan simptisan FPI. Massa yang hadir sampai menutup akses jalan menuju Kuningan dan Kampung Melayu.

Sekali lagi, tugas pemerintah adalah mengambil tindakan hukum, dan ketegasan aparat dalam mendisiplinkan masyarakat terhadap protokol kesehatan adalah keharusan. Keharusan, tegas Jokowi.

Eks Walikota Solo ini bilang, selama pandemi korona, bukan hanya rakyat biasa yang jatuh menjadi korban. Para tenaga kesehatan, seperti dokter dan perawat banyak yang gugur dalam tugasnya. Kita harus menghargai pengorbanan para dokter, perawat, tenaga medis, paramedis yang telah berminggu-minggu bahkan berbulanbulan bekerja keras menyelamatkan pasien dan tidak ber temu keluarga.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo juga diminta terus mellakukan pencegahan penyebaran virus. Karena anggaran pemerintah yang keluar ini sudah berjumlah triliunan rupiah. Jangan sampai kehilangan fokus kendali dalam penanganan Covid-19 ini.

Pakar komunikasi Anthony Leong menilai Presiden Jokowi marahnya beneran kali ini. Meskipun dengan luapan emosi yang tak meledak-ledak. Buktinya, sebut dia, dua kapolda langsung dicopot oleh Kapolri, selang beberapa jam setelah ratas itu. Gara-garanya, dua kapolda itu tidak melaksanakan perintah terkait pengamanan prokes. Yakni gagal mencegah terjadinya kerumunan massa Front Pembela Islam (FPI) di 2 provinsi: DKi Jakarta dan Jawa Barat.

Jelas Pak Presiden marah dan jengkel. Kapolda saja, dua dicopot. Dan ini harus menjadi pelajaran yang luar biasa berharga bagi masyarakat atau kepala daerah, kata Anthony kepada redaksi tadi malam.

Menurutnya, pemerintah baik di daerah maupun pusat harus sinergi dan konsisten dalam menegakkan aturan Prokes maupun pembatasan sosial. Tidak boleh kompromi.

“Ini preseden buruk bagi kepala daerah yang membedabedakan perlakuan. Nah, ini yang harus ditindak tegas, tandas jebolan FISIP Universitas Indonesia itu.

Pakar ekspresi Handoko Gani ikut membaca kemarahan Jokowi lewat gestur tubuh di ratas tersebut. Kekesalan Jokowi, kata dia, terlihat ketika alis mata berkedip lebih banyak dari biasanya.

Jadi ada ngebatin di sana. Ada kekesalan, kekecewaan, dikaitkan dengan trust yang terpengaruh oleh kasus tertentu. Mungkin kasus kerumunan terakhir, kata Handoko kepada redaksi tadi malam

Di dunia maya, warganet juga ikut mengomentari kemarahan Jokowi atas kerumunan yang terjadi. Alhamdulillah terima kasih pak atas penegasannya semoga perintah bpk dijalankan dengan baik oleh pihak yang berwenang agar tidak terjadi lagi kerumunan yang meresahkan Masyarakat di masa pandemi seperti ini… Bravo, cuit akun @ciputrapopitod.

Tindak tegas Pak. Jangan lunturkan perjuangan dan asa kami yang taat terhadap hukum, untuk Indonesia yang lebih baik. Rakyat indonesia bukan cuma di Jakarta, ujar akun @niconugraha.

Namun, akun @Anprimoko geram, kenapa baru sekarang Presiden menyampaikan sikap. Harusnya bapak begini ketika saat masih ramai kemarin pak, kalau udah lewat gini kesannya gimana gitu, sindir akun @Anprimoko. Napa sih telat baru bikin sekarang, timpal akun @Awliado. (red/usman)

News Feed