oleh

Kapolri Keluarkan Perintah Tangkap Penghina Presiden

-Hukum-1.464 views

MAMAKOTA,- Di tengah wabah Covid-19, Kapolri Jenderal Idham Azis mener­bitkan 3 telegram. Salah satunya, memerintahkan jajaran Polri menangkap penghina Presiden Jokowi. Banyak yang menyayangkan sikap Kapolri ini.

Telegram pertama bernomor ST /1098/IV/HUK.7.1/2020, diteken Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo. Isinya, antara lain agar patroli siber digeber selama masa penanganan Covid-19.

Setiap postingan yang wara-wiri di ruang siber akan dimonitor. Warganet yang kedapatan menyebarkan berita bohong atau hoaks diancam sanksi pidana. Begitupula jika menghina presiden atau pejabat pemerintah.

“Bentuk pelanggaran atau kejahatan serta masalah yang mungkin terjadi dalam perkembangan situasi serta opini di ruang siber: penghinaan kepada penguasa/Presiden dan pejabat pemerintah sebagaimana dimaksud Pasal 207 KUHP,” bunyi surat telegram tersebut.

Merujuk pasal 207 KUHP, sanksi pidananya adalah penjara paling lama 1 tahun 6 bulan bagi pelaku penghina presiden atau pejabat pemerintah. Se – mentara, untuk penebar hoaks, mereka diancam Pasal 14 atau Pasal 15 UU Nomor 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Di Pasal 14 ayat (1), hukumannya maksimal 10 tahun penjara. Sedangkan di ayat (2), hukumannya maksimal 3 tahun penjara. Ada pun di Pasal 15, diancam hukuman penjara setinggi-tingginya 2 tahun.

Telegram kedua bernomor ST/1099/ IV/HUK.7.1/2020 mengatur tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sedangkan telegram ketiga, yakni Nomor: ST/1100/IV/HUK.7.1/2020 mengatur tentang tugas dan fungsi Reserse Kriminal dalam ketersediaan bahan pokok dan distribusi. Telegram tadi sudah efektif dilaksanakan.

Ali Baharsyah, salah satu penghina Jokowi, sudah ditangkap Polisi pada Jumat malam pekan lalu. Ali ditangkap atas laporan Ketua Cyber Indonesia, Muannas Alaidid ke Bareskrim Polri pada Rabu pekan lalu.

Sebelumnya, video Ali yang dibeji judul #Go Block Dah viral di media sosial. Dalam video itu, Ali menggunakan kata-kata tidak pantas bernada hinaan ke Jokowi. Selain ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian, Ali juga dijerat pasal pornografi.

“Ditemukan beberapa file yang dari hasil forensik digital tentang video-video yang mengandung unsur pornografi,” kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Himawan Bayu Aji, dalam konferensi pers, kemarin. (*/RM)

Komentar

News Feed