oleh

Kasus Sumpah Palsu Dokter Asli Jangan Sampai Terulang

Catatan Kecil Untuk Vaksinasi Covid-19

Langkah cepat Pemerintah Indonesia menangani masalah pandemi Covid-19 patut diapresiasi. Vaksin Covid-19 sudah tersedia dan pemerintah berencana segera melakukan vaksinasi terhadap semua penduduk yang tergolong rentan terinfeksi virus korona.

Pemerintah menjamin kelompok masyarakat yang tidak mampu akan mendapat pelayanan vaksinasi Covid-19 secara cuma-cuma. Program vaksinasi gratis bagi orang miskin itu sudah ditegaskan pula oleh Presiden Joko Widodo.

Kita berharap vaksinasi Covid-19 berjalan sebagaimana mestinya, sehingga rakyat tidak perlu menderita lebih lama lagi akibat serangan virus maut asal Cina itu. Selain menelan belasan ribu korban jiwa, korona juga telah merusak perekonomian. Jutaan keluarga morat-marit akibat kepala keluarga kehilangan mata pencaharian.

Pertama, vaksin Covid-19 harus dipastikan efektif dan aman. Kedua, harganya harus di bawah kendali pemerintah.

Ketiga, mereka yang jelas-jelas termasuk kategori penduduk miskin harus dipastikan mendapat vaksin Covid-19 tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. Dengan alasan apa pun, tidak boleh ada pungutan biaya. Gratis ya gratis. Kalau ada pungutan, berarti itu merupakan bentuk pungutan liar atau pungli.

Keempat, harus dipastikan pula tidak akan terjadi pemalsuan vaksin Covid-19. Sebab, masih segar dalam ingatan kita kasus pemalsuan vaksin polio yang terjadi beberapa tahun lalu. Kasus itu melibatkan dokter dan rumah sakit. Dokter-dokter mata duitan itu telah melanggar sumpah dokter. Artinya, mereka (dokter asli) bersumpah palsu. Kasus sumpah palsu dokter asli atau yang semacam itu jangan sampai terulang.

Perlu diingat dan dipahami bahwa kecemasan masyarakat terjangkit virus korona sangat mungkin dimanfaatkan orang-orang yang ingin meraup untung dalam waktu singkat dengan cara memalsukan vaksin Covid-19. Selalu ada saja jenis orang semacam itu. Bayangkan jika yang menjadi korban peredaran vaksin Covid-19 justru kaum duafa yang terpaksa mengeluarkan biaya karena kesulitan memperoleh pelayanan vaksinasi gratis. Ibarat kata, sudah jatuh mereka tertimpa tangga pula.

Pengadaan vaksin korona melalui proses panjang yang melelahkan serta menelan biaya besar. Maka, agar tidak terjadi antiklimaks, semua pihak perlu mengawal pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Rasanya, lebih baik mendengar kabar ada orang kaya yang beruntung mendapat pelayanan vaksinasi tanpa membayar daripada mendengar cerita ada orang miskin yang gagal mendapat pelayanan vaksinasi gratis. (Red/Usman)

News Feed