oleh

Kaum Hawa Yang Kena PHK Mencapai Ribuan

-Berita-130 views

MAMAKOTA,- Kaum hawa atau Perempuan yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi virus corona (Covid-19) mencapai ribuan. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyebut, dari jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), 31 persennya adalah kaum hawa.

“Hingga 16 April, sudah ada 2.385 pekerja yang dirumahkan (PHK). Dari jumlah itu 31 persennya kaum perempuan,” ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Perempuan pekerja migran, lanjut Bintang,yang kehilangan tidak kalah banyak. Dari 4.144 orang pekerja migran Indonesia yang dipulangkan dari negara-negara terdampak Covid-19, 83 persennya merupakan perempuan.

“Ada masalah timbul setelah mereka pulang ke Indonesia, tidak semuanya memiliki mata pencaharian,” ungkap Bintang.

Selain itu, Bintang menyebutkan pandemi Covid-19 berdampak terhadap perempuan yang selama ini berperan sebagai kepala keluarga. Hal tersebut tercermin dari penurunan jumlah nasabah program Mekaar PT PNM (Pesero).

“Nasabah program Mekaar PT. PNM (Persero) mengalami penurunan dari 6,4 juta menjadi 4,4 juta nasabah. Padahal banyak di antara mereka (perepuan) yang menjadi tulang punggung keluarga,” kata Bintang.

Untuk menghadapi berbagai persoalan itu, Bintang mengungkapkan, Kementerian PPPA sudah melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, media massa dan instansi terkait lainnya, untuk membantu meringankan perempuan korban pandemi.

Menurutnya, Kementerian PPPA menginisiasi Gerakan Bersama Jaga Keluarga Kita (Berjarak). Gerakan ini memiliki 10 aksi serta melibatkan lima pokja. Antara lain, membentuk tim relawan dari mitra jejaring perempuan dan anak.

Selain itu, memberikan bantuan secara langsung kepada perempuan, anak, dan kelompok rentan dengan memberikan vitamin, susu, makanan bergizi, biskuit, pembalut dan pampers. Kemudian, Kementerian PPPA juga membangun kerja sama dengan berbagai lembaga pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, untuk mengetahui dan mendata kondisi perempuan dan anak di akar rumput, baik di bidang ekonomi, kesehatan, maupun sosial. (*/RM)

News Feed