oleh

Kebijakan Pemerintah Bikin Rakyat Panik

-Berita-256 views

MAMAKOTA,- Wabah perkembangan virus corona terus jadi topik terhangat disemua lini masyarakat. Pemerintah meminta rakyat jangan panik, harus tenang dan tetap waspada menghadapi mewabahnya corona. Tapi, beberapa kebijakan yang diambil pemerintah sekarang justru terkesan bikin panik.

Sekolah diliburkan, kerja nggak harus ke kantor, beribadah di rumah saja, mau tes corona susah, cari masker dan hand sanitizer juga di sebagian tempat masih sulit. Jadi, tolong dong kasih tahu rakyat gimana caranya biar gak panik.

Imbauan jangan panik ini disampaikan para pejabat hampir setiap hari. Mulai dari Presiden, Menteri, Gubernur, sampai Bupati dan Wali Kota.

Kata-katanya hampir sama, “jangan panik tapi tetap waspada.” Imbauan ini kembali diulang Presiden Jokowi pada kalimat pamungkas pidatonya, di Istana Bogor, kemarin.

Jokowi meminta masyarakat tetap waspada hingga ‘mengisolasi diri’ secara mandiri untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. “Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” kata Presiden.

Para kepala daerah lain lagi. Selain mewanti-wanti, banyak kepala daerah sudah mengeluarkan kebijakan penting. Misalnya, meliburkan sekolah selama dua minggu ke depan. Menutup tempat-tempat wisata, juga membolehkan pegawainya kerja dari rumah. Kepala daerah yang mengambil kebijakan ini antara lain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo, dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Menanggapi kebijakan ini, banyak masyarakat yang senang. Tapi ada juga yang heran, dan tetap tidak bisa menghilangkan rasa takut dan panit. Apalagi, alat-alat untuk “melindungi” diri dari corona tak mudah didapat dan dibeli. Masker susah didapat, hand sanitizer dan antiseptik juga langka.(*/RM)

Komentar

News Feed