oleh

Kejari Tunggu Limpahan Berkas Dugaan Perdagangan Orang

-Hukum-24 views

Di Karaoke Venesia BSD

SERPONG, MAMAKOTA– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengungkap perkembangan terbaru penanganan dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Karaoke Eksekutif Venesia BSD Serpong. Kasus TPPO ini merupakan pengembangan dari penggerebekan tempat karaoke itu pada Agustus 2020.

Kasus yang terungkap sejak dua bulan lalu hasil penggerebekan Bareskrim Polri itu, menurut Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum), Kejari Tangsel saat ini hanya menunggu pelimpahan berkas hasil penyelidikan sari Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Terhitung mulai tanggal mereka (Bareskrim Polri) nangkap, paling lambat ke Kejagung paling lama tiga bulan. Apabila di P21 oleh Kejagung, maka Kejagung segera melimpahkan perkara itu ke Kejari Tangsel,” kata Taufiq, Senin (26/10/2020).

Taufiq menerangkan, setelah ditetapkan P21 oleh Kejagung, kasus tersebut kemudian disidangkan oleh Kejari Tangsel sesuai dengan wilayah hukumnya.

“Kami memang tidak menerima berkas itu secara langsung, berkas itu tetap ke Kejagung. Nanti begitu Kejagung nyatakan layak di P21, barulah berkas tersebut dilimpahkan di Kejari Tangsel untuk disidangkan. Karena masih wilayah hukum Pengadilan Negeri Tangerang Kota,” terangnya.

Diketahui, penggerebekan tempat karaoke eksekutif di Hotel Venesia BSD dekat Teras Kota itu di lakukan Bareskrim Polri pada Rabu (19/8/2020) malam.

Dari penggerebakan tersebut, polisi mengamankan 43 wanita pemandu lagu yang dijadikan PSK dan 13 orang terbagi tujuh mucikari dan enam pegawai lainnya.

Akibat penggerebekkan tersebut, kini izin usaha karaoke Venesia BSD Serpong itu dicabut oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Karena selain adanya TPPO, juga melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran COVID-19. (ahmad)

News Feed