oleh

Keluarga Jokowi Menang, Keluarga Ma’ruf Tumbang

-Politik-79 views

MAMAKOTA,- Siapa saja pemenang Pilkada Serentak 2020, sudah ketahuan lewat hitungan cepat, kemarin. Hasilnya tidak terlalu mengejutkan. Keluarga Presiden Jokowi berjaya, sedangkan keluarga Wapres Ma’ruf Amin tumbang.

Dua paslon yang paling jadi sorotan dalam Pilkada Serentak 2020 adalah anak dan mantu Presiden Jokowi. Di Solo, putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang berpasangan dengan Teguh Prakosa berhasil menang telak atas Bagjo Wahono – FX Supardjo.

Hitung cepat (quick count) Charta Politika, Gibran-Teguh meraih 87,15 persen suara. Sedangkan Bagyo- Supardjo hanya 12,85 persen suara. Tidak beda jauh dari hasil quick count versi Voxpoll Centre, yakni 86,65 persen berbanding 13,34 persen.

Menurut Gibran, tidak ada pengaruh dinasti politik dalam kemenangannya.

“Dinasti politiknya sebelah mana? Nggak ada kewajiban untuk memilih saya. Saya bisa menang bisa kalah. Jadi ya, silakan itu nanti yang menilai warga saja,” ujar Gibran, kemarin.

Nasib mujur juga dialami Bobby Nasution, mantu Jokowi yang ikut memperebutkan kursi Wali Kota Medan. Bobby yang berpasangan dengan Aulia Rachman unggul atas pesaingnya, yakni Akhyar Nasution-Salman Alfarisi. Meskipun tipis. Yakni 55,29 persen suara berbanding 44,71 persen suara.

Sementara, keluarga Wapres Ma’ruf Amin tumbang. Mulai dari anak hingga cucunya. Anaknya, Siti Nur Azizah hampir dipastikan gagal menduduki kursi Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Calon Wali Kota (Cawalkot) yang berpasangan dengan Ruhamaben ini hanya meraih 23,75 persen suara.

Keponakan dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga kalah di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Tangsel, versi hitungan cepat Charta Politika. Rahayu Saraswati, selaku Calon Wakil Wali Kota yang berpasangan dengan Muhamad hanya meraih 35,97 persen suara.

Keduanya kalah dari Benyamin Davnie-Pilar Saga Icsan yang berhasil membukukan 40,28 persen suara. Benyamin selaku calon petahana, belum bisa ditumbangkan.

Cucu Wapres Ma’ruf, Adly Fayruz juga hanya menduduki posisi buncit dalam perolehan suara versi hitung cepat kemarin. Ia bersama Yessy Karya Lianti hanya mengumpulkan 11,28 persen suara di Pemilihan Bupati (Pilbub) Karawang.

Lagi-lagi, calon incumbent yang memenangkan Pilkada, yakni Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Ia bersama Aep Syaepuloh membukukan 60,80 persen suara. Sisanya, diraup paslon nomor urut 3 Ahmad Zamakhsyari dan Yusni Rinzani.

Calon petahana lain yang juga belum bisa dilengserkan adalah Ratu Tatu Chasanah. Bupati Serang, Banten. Hasil quick count LSI Denny JA, adik kandung eks Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu bersama Pandji Tirtayasa berhasil mengantongi 64,04 persen atau 239,127 suara. Sementara lawannya, yakni Nasrul Ulum dan Eki Baihaki hanya mengumpulkan 35,96 persen atau 134,254 suara.

Calon bupati yang juga jadi sorotan adalah Hanindhito Himawan Prama, putra dari Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Ia bertarung di Pilbup Kediri dan berpasangan dengan Dewi Maria Ulfa. Keduanya berhasil mengalahkan kotak kosong. Hasil hitungan cepat, mereka meraup 76,53 persen suara berbanding 23,47 persen suara.

Sementara di Makassar, adik dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, yakni Irman Yasin Limpo juga sudah mengakui kemenangan pesaingnya Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi.

Berdasarkan hitungan cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Irman bersama Andi Zunnun Nurdin Halid hanya mendapat 4,75 persen suara. Pemenangnya, yaitu Pomanto-Fatmawati memperoleh suara 41,42 persen. Sisanya, diraup pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando 34,7 persen dan Syamsu Rizal-Fadli Ananda 19,13 persen.

Di Semarang, calon petahana juga belum terkalahkan. Hendrar Prihadi-Hevearita G. Rahayu (Hendi-Ita) menang telak melawan kotak kosong. Keduanya meraup 716.805 suara atau 91,57 persen. Hanya, 8 persen atau 65.972 suara milik kotak kosong.

Sementara di Surabaya, adalah Eri Cahyadi-Armudji yang keluar sebagai pemenang dengan mencatatkan 56,46 persen suara. Berbanding 43,54 persen suara dengan lawannya Machfud Arifin-Mujiaman.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, paslon oligarki yang punya akses sumber daya ekonomi dan politik masih punya pengaruh besar. Walaupun tidak semua terbukti.

“Ada pengaruh populisme. Variabel program, pengaruh dari konsultan politiknya hingga bacaan peta politik yang cukup bagus,” kata Pangi kepada Rakyat Merdeka, semalam. (red/usman)

News Feed