oleh

Konsultasi Psikologi Gratis Menghadapi Masa Pandemi

-Berita-43 views

DEPOK, MAMAKOTA- Pandemi belum berakhir, kesehatan fisik dan mental terus diuji ketahanannya menghadapi virus covid 19. Seperti dijelaskan dalam seminar “Tinjauan Kesehatan Mental di Masa Pandemi COVID-19” dengan narasumber Dini Rahma Bintari, yang juga menjadi pengajar Fakultas Psikologi UI. Seminar yang dilakukan virtual tersebut diadakan pada Sabtu (7/11/2020), dan dapat disaksikan kembali pada di https://youtu.be/dvvMwz99UKc.

Selain menyajikan paparan mengenai upaya menjaga kesehatan mental di tengah masa pandemi, panitia juga menyediakan layanan konsultasi psikolog gratis bagi peserta yang membutuhkan intervensi pada tahap lebih lanjut.

Seminar daring ini membahas tentang aspek kesehatan mental, termasuk cara menjaga kesehatan mental di masa pandemi serta gejala yang harus diwaspadai terkait kesehatan mental. Menurut Dini, kesehatan mental adalah keadaan sejahtera setiap individu dengan menyadari potensi yang dimilikinya, diantaranya ditandai dengan kemampuan untuk bekerja secara produktif. Kesehatan mental ini memiliki hubungan erat dengan kesehatan tubuh, termasuk dalam hal imunitas.

“Dengan adanya perubahan dalam cara berkehidupan pada masa pandemi COVID-19, dimungkinkan menimbulkan pengaruh pada kesehatan mental, diantaranya meningkatnya rasa bosan, kecemasan, maupun kelelahan fisik terutama bagi tenaga kesehatan. Gejala kesehatan mental yang perlu diperhatikan, seperti cemas, sulit tidur, lebih mudah marah, terus-menerus mencari berita yang negatif, sakit perut berlebihan, berpikiran negatif, tidak bisa bekerja atau belajar dengan baik, sukar tersenyum, menarik diri dari lingkungan, yang merupakan tanda-tanda terjadinya stres psikologis,” ujar Dini.

Ia menjelaskan tentang upaya menjaga kesehatan mental, yaitu adanya kesadaran terhadap potensi diri dan sekitar. Banyak bersyukur, berolahraga, mengonsumsi makanan yang sehat, memenuhi kebutuhan tidur dengan baik, mencoba hal baru.

Dini menambahkan, kesehatan mental dapat ditingkatkan dengan saling mendukung satu sama lain, bekerja secara produktif, melakukan hobi yang produktif seperti memasak, berkebun, mencari peluang ekonomi, ikut berkontribusi pada komunitas, berkegiatan sosial, dan dapat menyebarkan informasi positif kepada masyarakat.

Sebanyak 800 peserta menyaksikan melalui live streaming Youtube FFUI dan 100 peserta mengikuti virtual melalui zoom. Peserta tidak hanya berasal dari Indonesia, melainkan juga dari Malaysia. (ulf/red)

News Feed