oleh

Lockdown Provinsi Papua Terhadap Covid – 19 ”SANGAT RASIONAL”

-Hukum-338 views

MAMAKOTA, – Penyebaran Covid-19 telah menyebar keseluruh dunia, dimana 196 negara, temasuk Indonesia. Di Indonesia bukan hanya di ibu kota Jakarta, namun sudah merambah keseluruh pelosok tanah air hingga Papua.

Dengan melihat perkembangan Covid -19 yang begitu cepat, dimana di Jakarta dalam 24 jam terdapat 100 orang yang terjangkit covid 19, dan saat ini di Indonesia hingga tanggal 27 Maret 200 tercatat 1.046 pasien yang terinveksi Covid -19, meningggal 87 orang dan sembuh 46 orang. Angka ini menujukkan bahwa upaya penanganan dan pencegahan untuk kesembuhan covid -19, masih sangat lambat. Hal ini dapat dilihat dari angka meninggal dibandingkan dengan yang sehat hampir 50 %.

Keterlambatan penangangan covid 19 ini disebakan oleh beberapa hal, antara lain ; alat kesehatan yang sangat terbatas, kesiapan rumah sakit belum siap menghadapi wabah ini, yang begitu cepat penyebarannya dan membutuhkan pelayanan yang khusus dengan ruangan yang khusus, ketersedian obat, ketersediaan para medis yang khusus menangani covid-19 terutama dokter spesialis paru dan, kedisipilinan masyarakat untuk peduli melakukan jarak sosial (Social Distensing) dan tidak patuhnya masyarakat untuk tidak keluar rumah, serta kegiatan kedinasan, acara keluarga yang dilakukan secara berkelompok, mengakibatkan cepatnya covid- 19 menyebar di masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia.

Jakarta sebagai ibu kota negara dengan fasilitas kesehatan yang cukup memadai, namun kewalahan untuk menangani covid-19 yang begitu cepat dan memakan korban yang banyak. Keputusan Pemerintah Provinsi Papua untuk melakukan locdown atau memberhentikan sementara mobilitas orang yang masuk dan keluarnya Papua, adalah sebuah upaya preventif yang sangat Rasional, karena hal ini didukung oleha beberap faktro penentu antara lain :

Kebijakan Kesehatan.
Dari segi kebijakan kesehatan sangat tepat karena dengan melihat kondii riil di Papua, kemampuan untuk menyediakan fasilitas kesehatan dalam mencegah dan menanggani covid-19 sangat minim, sebagai mana yang disampaikan oleh ketua gugus kesehatan Provinsi Papua (dr. Sumule),baik menyangkut fasilitas, alat pelindung diri, kebutuhan akan ruangan khusus, ketersediaan dokter spesialis, terutama dokter paru dan kesiapan para perawat yang menanggani covid- 19 dengan budaya pelayan kesehatan yang membutuhkan pelayanan khusus serta kesiapan pemerintah daerah untuk supporting para medis yang bekerja agar terhindar dari covid-19. Jagankan menghadapi covid- 19, pelayanan kesehatan sehari hari untuk masyarakat Papua dengan jenis penyakit yang konvesional saja, belum dapat teratasi dengan baik di seluruh Papua, apalagi penanganan covid-19 yang sangat membutuhkan kesiapan fasilitas kesehatan serta pelayan yang sangat prima dan intensif, sehingga tidak mengakibatkan korban bagi para medis dan dokter yang menangganinya.

Demografi-kesehatan.
Dari segi Demografi kesehatan, upaya untuk menyelamatkan manusia dari segala jenis penyakit merupakan tanggungjawab pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia . Hingga saat ini Papua dengan otonomi khususnya masih dalam taraf mencari dan menemukan bentuk /paradigma baru sebagai model pengembangan generasi masa depan Papua yang berkualitas melalui pembangunan kesehatan yang prima. Mobilitas masyarakat Papua untuk mencari dan mendapat pelayanan kesehatan yang prima hingga saat ini, harus berusaha keras untuk menjangkau rumah sakit rujukan.

Rumah sakit rujukan pada umumnya di Papua belum maksimal dalam menangani penyakit-penyakit yang kategori sangat berat. Dengan adanya Covid – 19 yang begitu cepat penyebarannya disertai dengan tingginya penduduk yang masuk dan keluar Papua, akan memudahkan masyarakat Papua untuk tertular lebih banyak lagi ,yang disertai dengan ketidaksiapan fasilitas rumah sakit, sehingga akan berdampak pada ancaman kematian yang sangat tinggi di Papua dengan jumlah penduduk yang kecil saat ini.

Kebijakan Politik dan kemanan.
Kebijakan politik dan kemanan yang saat ini sedang berjalan di Papua, perlu menjadi perhatian dalam rangka mengantisipasi mewabahnnya covid-19 di Provinsi Papua. Ini semua harus dipikirkan bersama oleh Pemerintah Pusat dan Daerah sehingga dinamika penanganan keamanan di Papua ikut mengantisipasi penyebaran covid-19 tersebut.

Dengan mengedepankan upaya mencegah penyebaran covid-19 di Papua, maka perlu ada kebijakan khusus dalam menetapkan kebijakan politik dan keamanan di Papua , terutama keberadaan pasukan penjaga keamanan yang hingga saat ini belum diketahui bagaimana mobilitas, terutama menyangkut pergantian pasukan yang keluar masuk. Hal ini diperlukan penangan khusus yang perlu dilakukan terutama dalam hal pemeriksaan secara intensif kepada setiap personil/atau pasukan yang akan masuk untuk menggantikan pasukan yang lama bertugas di Papua.

Geografi-kesehatan.
Secara geografis Papua sangat jauh letaknya dengan Jakarta sebagai epicentrum covid-19 di Indonesia. Namun perlu diketahui bahwa mobilitas orang yang masuk ke Papua baik dari Jakarta maupun dari daerah lain di luar Papua yang terindikasi covid-19 sudah sangat banyak, setelah terungkapnya pasien pertama, kedua dan ketiga yang terjangkit covid-19 di jakarta. Ini artinya bahwa ada terdapat kategori ”Orang Dalam Pengawasan” yang sudah masuk ke Papua dan sudah satu bulan sudah berada di Papua dan hingga saat ini belum diketahui keberadaannya dan siapa orangnya, dan saat ini bagaimana kondisi kesehatannya, apalagi jika yang bersangkutan tidak pernah mau melapor diri ke institusi kesehatan terdekat. (teori gunung es).

Ke-empat hal tersebut di atas, sebagai dasar yang kuat, untuk ditetapkannya Papua sebagai sebagai daerah yang harus dilockdowan, sebagai upaya antisipasi penyebaran covid-19 di daerah ini. Berdasarkan fakta bahwa, ketersediaan fasilitas kesehatan yang sangat minim dan tenaga medis yang kurang tersedia, sehingga tidak memungkinkan jika daerah ini tetap terbuka secara bebas untuk mobilitas penduduka masuk ke Papua, yang akan mengakibatkan banyak penduduk akan terjangkit covid-19.

Namun perlu diingat bahwa, kita tidak boleh tinggal diam saja, karena masih ada tanggungjawab pemerintah, untuk lebih intensif lagi untuk melakukan pemantauan kepada seluruh masyarakat yang sebelumnya, telah melakukan perjalanan ke luar Papua dan masuk kembali ke Papua, yang hingga saat ini belum melapor. Mengapa hal ini perlu dilakukan karena, salah satu ciri-ciri covid-19 adalah orang yang tidak menunjukkan gejala sama sekali, tetapi setelah diperiksa ternyata sudah terinfeksi virus ini. Inilah peringatan dini yang harus diketahui seluruh masyarakat kita dari covid-19 ini.

Bahkan mereka yang baru beberapa minggu lalu kembali dari Jakarta atau luar Papua masih berkeliaran dan menggangap kondisi mereka sehat . Namun siapa tau?????

Oleh: Ave. Lefaan

Komentar

News Feed