oleh

Login www.prakerja.go.id Sudah Masuk Gelombang Keempat

-Berita-412 views

MAMAKOTA,- Maju terus pantang mundur, meski dikritik kanan-kiri karena dianggap tak tepat dilaksanakan saat wabah corona, program Kartu Prakerja terus maju. Bahkan, program pelatihan ini, sudah memasuki pendaftaran peserta gelombang keempat pada 4 Mei hingga 7 Mei 2020.

Seperti gelombang sebelumnya, daftar kartu prakerja tetap dilakukan di website www.prakerja. go.id. Jutaan warga Indonesia sudah pernah mengakses dan daftar kartu pra-kerja.

Namun, pemerintah memberlakukan kuota dalam setiap gelombangnya, sehingga semua yang daftar tidak bisa langsung lolos. Bagi yang tidak lolos, bisa kembali mendaftar melalui gelombang berikutnya. **Baca juga: AHY Berharap Dana Kartu Pra Kerja Dialihkan Ke Buruh

Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, pada gelombang I saja, sudah banyak yang mendaftar. Didominasi anggota masyarakat berusia 18-25 tahun dan usia 25-35 tahun. Menurutnya, program ini sangat diminati masyarakat.

Airlangga memaparkan, total pendaftar program kartu pra-kerja gelombang pertama mencapai 5,96 juta orang. Dari sisi wilayah, Airlangga menyampaikan, kebanyakan peserta berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Aceh, dan Papua Barat. Daerah-daerah ini bisa dibilang yang paling terdampak besar dari penyebaran virus corona.

Dia mengakui, virus corona membuat kebutuhan menjadi meningkat bagi mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan. **Baca juga: Penggunaan Dana Rp 5,6 T Kartu Prakerja Jadi Kontroversi

Sebagai informasi, pemerintah akan menyalurkan kartu pra-kerja kepada 5,6 juta orang terdampak PHK, serta pekerja informal yang pendapatannya terdampak penyebaran virus corona. Setiap peserta akan mendapatkan total insentif bantuan pelatihan sebesar Rp 3,55 juta.

Dana itu terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta, insentif pasca pelatihan Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp 50 ribu untuk tiga kali. Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 20 triliun untuk program kartu pra-kerja. Dana itu digunakan untuk biaya pelatihan sebesar Rp 5,6 triliun, dana insentif sebesar Rp 13,45 triliun, dana survei Rp 840 miliar, dan dana project management office (PMO) Rp 100 juta. (*/RM)

News Feed