oleh

Medsos

-Berita-207 views

MAMAKOTA, – Kemajuan pesat, sangat pesat, di bidang teknologi komunikasi dan informasi membuat dunia seolah kian sempit. Peristiwa di suatu negara dalam tempo singkat dapat menyebar ke seluruh penjuru dunia. Penyebar kabar bisa siapa saja, tidak selalu wartawan.

Keberadaan media sosial (medsos) membuat semua orang mempunyai kesempatan mendapatkan informasi yang sama dalam waktu bersamaan. Hampir tidak ada lagi keistimewaan pada orang-orang tertentu dalam hal memperoleh informasi.

Media sosial telah membuat orang mendadak tenar, kaya, dan disukai banyak orang. Media sosial juga telah menjadikan orang sontak cemar, miskin, dan dimusuhi banyak orang. Bahkan, ada yang masuk penjara dan terpaksa meringkuk di balik jeruji besi. Itu semua bermula dari jari tangan.

Media sosial sesungguhnya menyimpan banyak potensi untuk kemaslahatan umat manusia. Akan tetapi, kenyataan menunjukkan tidak sedikit yang justru menggunakannya untuk merusak umat manusia.

Kini, boleh dikatakan penyalahgunaan media sosial sangat mencemaskan. Maka, upaya pemerintah mengatur (mengawasi) penggunaan media sosial sudah sangat tepat. Kementerian Komunikasi dan Informatika, misalnya, akan memberi label pada media sosial negatif. Masyarakat perlu mendukungnya. Sebab, membiarkan setiap orang menggunakan media sosial sekehendak hati sama artinya dengan membiarkan terjadinya kekacauan di negeri ini.

Dalam konteks itu pula, masyarakat, siapa pun–yang masih waras–, harus ikut mengampanyekan penggunaan media sosial secara sehat.

Media sosial seharusnya memang tidak digunakan untuk menyebarkan berita bohong (hoaks) yang menimbulkan keresahan di masyarakat, fitnah, dan adu domba. Kita perlu menyadari atau selalu mengingat bahwa menggunakan media sosial secara tidak tepat dapat menimbulkan masalah serius yang akan disesali kemudian. (***)

Komentar

News Feed