oleh

Menag Kesal Masih Ada Pengajian Timbulkan Kerumunan

-Hukum-63 views

MAMAKOTA,- Menteri Agama Fachrul Razi kesal melihat masih adanya pengajian yang menimbulkan kerumunan. Dia mengingatkan para tokoh agama lebih bijak dan tidak mengumpulkan massa di tengah pandemi Covid-19 ini.

Salah satu pengajian yang disorot Fachrul adalah pengajian di acara Haul Syekh Abdul Qodir Jailani di Ponpes Al-Istiqlaliyyah di Pasar Kemis, Tangerang, 29 November lalu.

“Saya menyesalkan. Jemaahnya membludak dan banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan,” ujar Fachrul, kemarin.

Kegiatan pengajian merupakan hal positif dalam mencerahkan umat. Namun, Fachrul mengingatkan, pelaksanaan pengajian di tengah pandemi ini harus disesuaikan sehingga tidak berpotensi merugikan kesehatan warga. Dia meminta para tokoh agama lebih arif dalam menyikapi pandemi virus korona. Mereka diminta meminimalisir setiap potensi kerumunan yang bisa berakibat penularan virus tersebut.

“Pemerintah terus berupaya mengatasi pandemi Covid-19. Tapi tentu perlu partisipasi masyarakat, khususnya dalam kepatuhan menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Fachrul menyarankan, kegiatan pengajian bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Dengan kata lain, digelar secara virtual. Dengan begitu, umat tetap bisa mengikutinya, tanpa harus berkerumun sebagaimana biasanya. “Semoga pandemi ini lekas berakhir sehingga kehidupan bisa kembali normal. Aamin.”

Acara haul Syeh Abdul Qadir Jailani di Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah, Kampung Cilongok, Kabupaten Tangerang, Minggu (29/11) dibubarkan tim gabungan dari Polresta Tangerang bersama Kodim O501/Tigaraksa serta Satpol PP Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary sempat disoraki jamaah yang hadir dalam acara itu. Tapi tak ada ampun, acara tetap dibubarkan. Polisi juga telah memeriksa pegawai Pemerintah Kabupaten Tangerang terkait acara tersebut. Panitia haul juga akan dimintai konfirmasi terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.

Bagaimana dengan DPR? Ketua Komisi VIII Yandri Susanto sepakat dengan Menag. Pengajian tidak bisa dilakukan seperti biasa di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini.

“Ya, pengajian di tengah pandemi memang harus diatur dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Yandri kepada Rakyat Merdeka, semalam.

Angka positif Covid-19 di Tanah Air belum menurun. Yang ada, malah naik. Kemarin, total kasus positif Covid-19 di Tanah Air pada hari ini, Rabu (2/12), telah menyentuh angka 549.508. Atau naik 5.533 angka dibanding data Selasa (1/12).

Pengajian yang menimbulkan kerumunan dan tanpa protokol kesehatan yang ketat berpotensi meningkatkan penularan virus asal Wuhan, China itu. Klaster-klaster pengajian sudah muncul di mana-mana.

Teranyar, di Blora. Di wilayah Jateng itu, 27 warga positif korona setelah mengikuti pengajian rutin di Desa Seso, Kecamatan Jepon, Blora.

Warganet memuji sikap Menag. “Nah gitu dong pak Menag, adil, jangan cuma galak sama Petamburan aja,” cuit @asong66. “Iya, semua mesti ditindak tegas, Menag mesti lebih galak lagi,” sambar @roswheelieq. (red/usman)

News Feed