oleh

Mendagri Ingin Pelayanan Publik Tetap Berkualitas

-Berita-140 views

MAMAKOTA,- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan, pelayanan publik tetap harus dilakukan dengan baik sekalipun terjadi pandemi virus korona.

Hal itu disampaikan Mendagri Tito setelah adanya kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) seperti disampaikan Presiden Joko Widodo serta kebijakan Kementerian Pendayagunaaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi agar aparatur sipil negara dapat melaksanakan kegiatan dari rumah.

Mendagri meluncurkan pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) yang berupa chatbot bernama Gisa untuk layanan adminduk (administrasi kependudukan) yang akan membantu mewujudkan layanan online dan physical distancing.

Gisa diambil dari program kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil) yaitu Gerakan Indonesia Sadar Adminduk. Pada masa seperti ini, kata Tito, masyarakat membutuhkan informasi yang cepat dan akurat. Melalui pencarian di web, informasi seringkali tidak akurat, karena belum tentu sumbernya resmi dan bisa saja sudah kadaluwarsa setelah ada perubahan peraturan.

“Dengan Chatbot Gisa, masyarakat bisa bertanya layaknya percakapan dengan seorang petugas. Gisa akan selalu memberi informasi akurat yang bersumber dari dukcapil,” kata Tito.

Secara teknis, Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan bahwa Chatbot Gisa adalah hasil kerja sama antara Ditjen Dukcapil dengan Korpri, Gisa ada di aplikasi android AKUI.

Aplikasi ini sangat mudah diakses dan bisa diunduh secara gratis melalui Google Playstore dengan kata kunci AKUI. Dengan memanfaatkan Chatbot Gisa, dukcapil dapat terus melayani masyarakat dan tetap menerapkan standar informasi.

Informasi terkait pelayanan di kantor layanan dukcapil, seperti prosedur pembuatan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga, syarat-syarat pencatatan pernikahan, akta kelahiran, informasi biaya, dan sebagainya, dapat diperoleh dari Gisa secara cepat dan akurat.

“Dengan informasi yang lengkap ini masyarakat terhindar bolak-balik ke kantor layanan karena persyaratan yang tidak lengkap,” kata Tito.

Dalam beberapa waktu ke depan, masing-masing kantor layanan fukcapil akan secara khusus meningkatkan pelayanan publik di daerahnya dengan memberikan informasi spesifik seperti lokasi kantor layanan, nomor kontak petugas, informasi waktu penyelesaian, serta menerima masukan dari masyarakat.

Dengan demikian, meskipun tanpa kontak langsung, pelayanan masyarakat yang diperoleh dari Ditjen Dukcapil Kemendagri akan terus berjalan, baik di tingkat nasional maupun daerah. (*/UG)

Komentar

News Feed