oleh

Menko Perekonomian Sedih Lihat Pasar Produk Halal Dikuasai Asing

-Berita-12 views

MAMAKOTA,- Pemerintah menyayangkan kebutuhan produk halal di dalam negeri sebagian besar dipenuhi dari impor. Padahal, Indonesia merupakan konsumen produk halal terbesar di dunia.

Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan pada tahun 2018, Indonesia membelanjakan produk halal sebesar 214 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 3.150 triliun (kurs Rp 14.722). Nilai itu setara dengan 10 persen pangsa produk halal dunia.

“Sayang, sebagian besar produk halal yang dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah barang impor. Padahal, pasar produk halal bisa diisi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan Program Pelatihan Digitalisasi Pemasaran dan Manajemen Produk Halal bagi UMKM yang disiarkan secara virtual, kemarin.

Tak hanya pasar dalam negeri, Airlangga ingin produk UMKM bisa masuk ke pasar global. apalagi, pemerintah sudah memberikan dukungan melalui regulasi Undang-Undang Cipta Kerja yang isinya mendukung penguatan UMKM.

Airlangga menyebutkan, dalam regulasi itu, pemerintah mendorong peningkatkan produksi produk halal, melakukan penyederhanaan pengajuan sertifikasi halal, percepatan proses perizinan, dan keringanan biaya sertifikasi halal.“Semuanya akan dikoordinasikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, sehingga prosesnya tidak lagi berbelit dan makan banyak waktu.”

Sementara, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengungkapkan, berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy 2019-2020 produk makanan halal Indonesia belum masuk 10 besar dunia.

“Ini menjadi tantangan bagi pelaku usaha produk makanan,” ujar Teten.

Kondisi itu, papar Teten, berbeda dibandingkan industri pariwisata halal yang sudah berada di urutan empat, industri fesyen Muslim di peringkat tiga, dan keuangan syariah di peringkat lima.“Alhamdulillah, hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja, sertifikasi halal bagi usaha mikro kecil kini tanpa biaya alias gratis,” tegasnya.

Menteri Agama Fachrul Razi menyambut gembira kemudahan UMKM mengakses sertifikasi produk halal.“Kita harus memanfaatkan momentum Indonesia pasar besar produk halal dengan langkah-langkah besar dan strategis menjadikan Indonesia kiblat halal dunia.”  (Red/*)

News Feed