oleh

Mensos Mengimbau Masyarakat Tak Usah Ributkan Data Bansos

-Berita-230 views

MAMAKOTA,- Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan bantuan sembako kepada 1,3 juta keluarga di DKI Jakarta dan 600 ribu keluarga di Bodetabek dengan nilai bantuan 600 ribu rupiah per bulan selama tiga bulan, yaitu April sampai Juni.

Bantuan itu diberikan untuk meringankan beban warga terdampak Covid-19. Target utama bantuan ini adalah warga terdampak Covid19 yang selama ini belum menerima program bansos pemerintah.

Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara mengimbau masyarakat tidak mempersoalkan masalah data bantuan sosial (bansos). Sebab pemerintah berupaya semua warga tidak mampu terdampak (Covid-19) mendapatkan sembako secara merata.

“Saya kira kita nggak usah ribut-ribut soal data, semuanya bisa diselesaikan secara kekeluargaan, secara gotong royong, kita ini masyarakat yang karakternya gotong royong. Saatnya kita bahumembahu dalam situasi seperti ini,” ajak Juliari saat meninjau proses distribusi sembako di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (2/5).

Untuk pemerataan, Juliari menekankan kepada pengurus RT dan RW agar warga yang sudah menerima bansos, tidak diberikan lagi. Sebaiknya sembako diberikan kepada warga miskin yang belum menerima.

Untuk memastikan bansos tepat sasaran, Mensos Juliari menginstruksikan sejumlah jajarannya untuk terjun langsung ke lapangan memantau proses distribusi. Misalnya, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat ditugaskan meninjau langsung proses pendistribusian bansos sembako Presiden di daerah Rawa Badak Utara RW 08, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (*/RM)

Komentar

News Feed