oleh

MPR Ingatkan Pemerintah Agar Perkuat Ketahanan Pangan

-Berita-131 views

MAMAKOTA,- Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad mengingatkan pemerintah agar memperkuat ketahanan pangan rumah tangga saat pandemi virus corona atau Covid-19.

Menurutnya, fokus pemerintah saat ini bukan sekadar mencegah dan mengobati pasien, tapi pada ketersediaan pangan yang cukup untuk masa tertentu dengan harga yang layak.

“Jangan sampai, masalah Covid-19 merembet ke ranah politik. Untuk itu, kebijakan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus diprioritaskan untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga miskin ini, dan menyelamatkan yang berada di atas garis kemiskinan,” kata Fadel melalui keterangan tertulisnya kepada di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, Fadel menegaskan, realokasi APBN untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sangat penting untuk mencegah terjadinya krisis politik. Terlebih, Indonesia sudah punya pengalaman, yakni krisis politik saat Orde Lama dan Orde Baru, dan keduanya didahului krisis ekonomi.

“Sebelum krisis ekonomi, didahului krisis pangan. Hal ini jangan sampai terulang di era reformasi. Sebab, cost politiknya sangat mahal,” jelasnya.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu juga mengingatkan tentang pengalaman Uni Soviet yang bubar tahun 1992. Negara adi daya itu bubar bukan karena rudal, tapi karena Glasnost dan Perestroika. Glasnost dan Perestroika, sambung dia, merupakan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan Mikhail Gorbachev pada pertengahan 1980-1981. Kebijakan ini meliputi keterbukaan dalam semua bidang di institusi Pemeritahan Uni Soviet, termasuk kebebasan informasi. Kemudian, diikuti kebijakan perestroika yaitu reformasi bidang politik dan ekonomi yang dimulai pada Juni 1987.

“Kebijakan ini gagal, karena di Soviet terjadi krisis pangan, sebagian besar ladang gandumnya terserang penyakit bakteri blast dan gagal panen, sehingga rakyat kesulitan pangan dan antrean untuk mendapatkannya. Akibatnya, terjadi krisis ekonomi yang diikuti dengan krisis politik yang berakhir bubarnya Uni Soviet,” urai dia. (*/RM)

Komentar

News Feed