oleh

Oknum Pegawai BATAN Ditetapkan Tersangka

-Berita, Hukum-183 views

JAKARTA,SN— Bareskrim Mabes Polri menetapkan oknum pegawai Badan Tenaga Nuklir (Batan) berinisial SM sebagai tersangka kasus temuan tumpukan barang mengandung zat radioaktif yang ditemukan di Perumahan Batan Indah, Kelurahan Kademangan Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Banten.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Agung Budijono mengungkapkan, tersangka SM terbukti menyimpan secara ilegal barang-barang mengandung zat radioaktif itu di rumahnya. Tersangka sendiri berstatus pegawai Batan yang akan pensiun pada April 2020.

Penetapan tersangka ini setelah penyidik memeriksa 26 saksi, mulai dari RT, RW, warga serta ada dari rekan Batan dan Bapeten. “Nah Bapeten ini yang mengeluarkan terkait masalah perizinan. Ternyata yang bersangkutan tidak memiliki izin,” ungkapnya.

Pihaknya masih mendalami keterkaitan temuan limbah radioaktif yang mengkontaminasi tanah di sekitaran Perumahan Batan Indah dengan barang bukti di rumah SM.

SM dijerat Pasal 42 dan 43 Undang-undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran. Ancaman hukuman maksimal bagi pelaku adalah dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Polisi tidak menahan SM karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun.

“Kita sedang melakukan proses pendalaman terkait dengan barang. Barbuk itu kalau di tindak pidana umum kita bisa ambil sendiri. Kalau ini barang tidak bisa kita ambil sendiri dan ada alatnya khusus, sehingga kita akan koordinasikan. Akan kita pendalaman apakah sama barbuk dengan temuan di lapangan,” tegas Agung di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2020).

Sebelumnya, Polri bersama penyidik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan penggeledahan sebuah rumah milik pegawai Batan di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Selasa 25 Februari 2020. Hasilnya, ditemukan kemasan berisikan zat radioaktif.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra menyampaikan, kandungan zat kimia tersebut sama dengan yang ditemukan di tanah kosong. “Bahan kimia yang ditemukan di rumah yang bersangkutan merupakan bahan kimia diduga radioaktif CS 137. Bahan ini diperiksa secara laboratoris oleh Batan dan perusahaan yang juga bagian dari Batan,” tutur Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu 26 Februari 2020.

Indikasi temuan di TKP kesimpulannya antara dengan TKP penemuan sama dengan yang ditemukan di rumah pegawai Batan. “Penyelidian lebih lanjut sedang dilakukan. Apakah yang bersangkutan membuang ke situ, masih didalami,” jelas dia. Polisi menduga SM tak beraksi sendiri namun polisi belum menemukan korelasi antara zat radioaktif yang ditemukan di rumah SM dengan yang berada di lahan kosong tersebut. Selain itu, Agung mengatakan, polisi masih menyelidiki darimana SM mendapatkan zat radioaktif tersebut. “(Pengakuan SM) dia mendapatkan dari temannya. Temannya kita cari, belum mendapatkan info yang valid. Jadi kami terus lakukan pendalaman,” tuturnya. (amd)

Komentar

News Feed