oleh

Pandemi Covid-19 Lahirkan Banyak OTP

-Berita-237 views

MAMAKOTA,- Harap maklum, pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini kita diperkenalkan dengan sejumlah istilah. Ada yang disebut ’orang dalam pemantauan’ alias ODP, ‘pasien dalam pengawasan’ alias PDP, ada pula ’orang tanpa gejala’ alias OTG serta—yang terbaru—‘reaktif tes Covid-19’. (Sekadar saran, soal ‘the new normal’ ada baiknya kita abaikan saja dulu.)

Hampir bisa dipastikan, banyak yang tidak paham benar atau tidak mengetahui secara tepat apa yang dimaksud dengan istilah-istilah tersebut. Sebagian dari mereka bersikap (hanya) seolah-olah mengerti masalah. Sikap seperti itu bukan masalah sepanjang tidak menimbulkan masalah.

Karakter virus korona memang sulit dimengerti. Ketika Natuna akan dijadikan tempat isolasi warga negara Indonesia yang bekerja di kapal pesiar, terjadi perdebatan. Ada yang menerima, ada pula yang menolak rencana tersebut. Akhirnya, para anak buah kapal itu jadi juga dikarantina di Natuna.

Nah, pada saat itu orang-orang yang memiliki otoritas di bidang kesehatan menjelaskan, virus korona hanya dapat hidup di tubuh orang yang hidup. Kalau tidak salah tangkap, seorang pakar kesehatan mengatakan, di luar tubuh manusia yang hidup virus korona hanya dapat bertahan hidup beberapa menit.

Faktanya kini jauh berbeda. Jenazah korban Covid-19, selain dengan kain kafan juga dibungkus plastik dimasukkan peti mati dan tidak boleh dibuka lagi oleh siapa pun, termasuk oleh keluarganya sekalipun. Mengenai hal ini, ada kabar baru dari Tanah Air: 16 orang terpapar virus korona akibat nekat membuka plastik penutup mayat korban Covid-19.

Faktanya, banyak masyarakat yang menolak pemakaman jenazah korban Covid-19 di daerah tempat tinggal mereka. Bahkan, ada yang dengan kekerasan menghalau mobil jenazah yang membawa jenazah korban Covid-19.

Pandemi Covid-19 memang membuat orang bingung bahkan menjadi linglung. Banyak yang kehilangan pekerjaan sehingga tidak punya penghasilan lagi dan mereka dapat disebut sebagai ‘orang tanpa penghasilan’ alias OTP.

Beruntung kalau masih memiliki tabungan atau tidak memiliki tabungan sendiri tapi dapat menggunakan tabungan orangtua. Bisa dibayangkan bagaimana pedihnya hati OTP yang tidak memiliki tabungan sendiri, juga tidak punya orangtua yang memiliki tabungan.

Pada masa mendatang, tidak bisa tidak, kelompok OTP harus menjadi perhatian serius pemerintah. (UG)

Komentar

News Feed