oleh

Parpol Islam Tetap Jadi Ekor

Kehadiran partai politik baru merupakan ancaman serius bagi parpol yang kini berada di parlemen. Jika parpol baru itu merupakan parpol berwajah Islam, misalnya, maka dalam Pemilu Serentak 2024 perolehan suara parpol Islam yang berada di parlemen kemungkinan besar berkurang. Sebab, sebagian pemilih beralih ke parpol baru.

Suara umat Islam memang selalu menggoda orang-orang yang ingin meraih kekuasaan secara konstitusional, yakni melalui pemilihan umum. Mereka mendirikan parpol lantaran merasa pantas mewakili umat Islam di parlemen dan hakulyakin merebut suara yang cukup dalam pemilu legislatif sehingga dapat menempatkan wakilnya di Senayan.

Jika memang benar-benar ada parpol baru bernapaskan Islam yang dinyatakan memenuhi syarat untuk menjadi peserta Pileg 2024, apalagi jika lebih dari satu parpol, maka parpol Islam yang kini masih beruntung memiliki kursi di DPR pantas merasa cemas. Lebih-lebih bagi parpol Islam yang hanya bermodalkan suara pas-pasan (parpol papan bawah).

Dengan ketentuan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) masih empat persen saja pun sudah membuat parpol Islam papan bawah itu kerepotan untuk mempertahakan eksistensi mereka di panggung politik nasional. Apalagi jika kemudian ambang batas parlemen dinaikkan menjadi tujuh persen, sebagaimana digagas seorang pemimpin parpol besar.

Pada Pileg 2019, misalnya, tidak ada satu pun parpol baru yang masuk parlemen. Yang terjadi justru ada satu parpol yang terpaksa keluar, yakni Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Saat itu, Partai Bulan Bintang juga terpaksa menerima kenyataan pahit: kembali gagal masuk parlemen. Dulu, parpol Islam ini pernah berkantor di Senayan.

Mengingat syarat pencalonan presiden (presidential threshold) 20 kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional, maka peluang parpol Islam untuk menjadi penentu dalam pencapresan pada Pilpres 2024 sangat kecil. Parpol Islam tetap akan menjadi ekor. Dan tampaknya, itu jugalah yang akan terjadi pada Pilpres 2029.

Pada Pileg 2019, berdasarkan penghitungan KPU, jumlah suara sah untuk pemilihan anggota DPR adalah 139.970.810. Berikut perolehan suara 16 parpol peserta Pileg 2019.

1. PDIP: 128 kursi (19,33 persen); 2. Golkar: 85 kursi (12,31 persen); 3. Gerindra: 78 kursi (12,57 persen); 4. Nasdem: 59 kursi (9,05 persen); 5. PKB: 58 kursi (9,69 persen); 6. Demokrat: 54 kursi (7,77 persen); 7. PKS: 50 kursi (8,21 persen); 8. PAN: 44 kursi (6,84 persen); 9. PPP: 19 kursi (4,52 persen); 10. Berkarya: 0 kursi (2,09 persen); 11. PSI: 0 kursi (1,85 persen); 12. Hanura: 0 kursi (1,54 persen); 13. PBB: 0 kursi (0,79 persen); 14. Perindo: 0 kursi (2,07 persen); 15. PKPI: 0 kursi (0,22 persen); 16. Garuda: 0 kursi (0,5 persen).

Catatan: Usman Gumanti

News Feed